TK Negeri Gedangsari Belum Dilelang, Ini Kendala Terbarunya
TK Negeri Gedangsari senilai Rp1,1 miliar belum dilelang. Dokumen masih direview dan harga material perlu disesuaikan.
Ilustrasi mayat bayi (Bbc.co.uk)
Pembuangan bayi Gunungkidul dilakukan oleh seorang ibu yang masih duduk di bangku SMP.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Warga Desa Ngeposari, Kecamatan Semanu dikejutkan penemuan mayat bayi berusia sekitar satu minggu di komplek pemakaman di desa setempat, Sabtu (20/2/2016). Tak berselang lama dari penemuan, polisi berhasil meringkus pelaku pembuangan yang dilakukan oleh sepasang kekasih Prs,20, dan RK,16, salah seorang siswi SMP di Kecamatan Semanu.
(Baca Juga : http://www.harianjogja.com/baca/2016/02/21/pembuangan-bayi-gunungkidul-duh-siswi-smp-tega-sekap-bayi-hingga-tewas-693523">PEMBUANGAN BAYI GUNUNGKIDUL : Duh, Siswi SMP Tega Sekap Bayi hingga Tewas)
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Gunungkidul AKP Mustijat Priyambodo mengatakan, modus pembunuhan bayi karena adanya hubungan terlarang sepasang kekasih, Prs dan RK. Dia menjelaskan, penemuan jasad bayi itu pertama kali diketahui oleh Puji Utomo, juru kunci di makam tersebut.
Awalnya yang bersangkutan tidak menaruh curiga karena sudah melihat bungkusan itu sejak Kamis (18/2/2016). Kecurigaan itu muncul dua hari berselang, karena bungkusan itu mulai menimbulkan bau.
Berhubung penasaran, Puji dan rekannya Karsino memberanikan diri membuka bungkusan tersebut. Keduanya pun kaget karena yang ditemukan adalah sesosok bayi yang tak lagi bernyawa.
“Penemuan mayat itu langsung membuat heboh warga dan akhirnya melaporkan ke petugas Polsek Semanu. Upaya pengungkapan jadi semakin jelas, saat orang tua pelaku melaporkan bahwa sempat melihat bungkusan itu di kamar anaknya,” kata Mustijat.
Terpisah, Manajer manajer advokasi perempuan dan anak Yayasan Rifka Anisa, M Thontowi mengatakan, kasus pembunuhan yang dilakukan RK menambah daftar panjang kekerasan terhadap perempuan dan anak di Gunungkidul. oleh karenanya dibutuhkan kerja sama semua pihak untuk melakukan penaggulangan.
Meski ditetapkan sebagai pelaku, Thontowi berharap hak-hak yang dimiliki RK tetap diberikan, apalagi ia juga masih di bawah umur.“Kami siap memberikan pendampingan, salah satunya untuk melindungi hak-haknya di bidang pendidikan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
TK Negeri Gedangsari senilai Rp1,1 miliar belum dilelang. Dokumen masih direview dan harga material perlu disesuaikan.
512 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam keracunan MBG. DPR meminta pengawasan dan koordinasi Kemenag, BGN, serta pemda diperkuat.
Harga cabai merah besar di tingkat petani Bantul anjlok menjadi Rp8.000 per kilogram akibat pasokan melimpah saat panen bersamaan.
Bobot TKA dalam SNBP 2027/2028 berpeluang meningkat setelah evaluasi pelaksanaan TKA 2026 dan pembahasan MRPTNI.
Seto Nurdiantoro dipercaya menjadi Direktur PSS Muda Akademi untuk memperkuat pembinaan dan mencetak talenta baru bagi PSS Sleman.
Bencana Nepal-China menewaskan 1.130 orang. Pakar mengingatkan risiko pembangunan bendungan besar di kawasan pegunungan Himalaya.