PILKADA JOGJA : Peta Altar Minta Inung Jadi Calon

Ilustrasi kursi jabatan (JIBI/Solopos - Dok.)
23 Februari 2016 08:55 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Pilkada Jogja belum digelar, tetapi nama-nama balon mulai bermunculan.

Harianjogja.com, JOGJA-Sejumlah tokoh yang dimunculkan partai politik dan dianggap layak menjadi bakal calon wali kota Jogja, mulai ditanggapi masyarakat. Bahkan belasan orang yang mengatasnamakan diri dari paguyuban pelaku ekonomi dan pariwisata Alun-alun Utara (Peta Altar) terang-terangan mendukung Arif Noor Hartanto.

Dukungan untuk Inung-sapaan akrab Arif Noor Hartanto, dilakukan di depan regol Masjid Gedhe Kauman, Minggu (21/2/2016). Mereka meminta Inung maju dalam pilwakot 2017 mendatang.

"Kami siap dukung pak Inung jadi calon walikota," kata Ketua Peta Altar, Praptono.

Praptono mengatakan anggota Peta Altar yang terdiri dari pedagang kaki lima (PKL), juru parkir, guide wisatawan, tukang becak itu, menganggap Inung pantas menjadi walikota. Ia menilai Inung salah satu figur yang selama ini dekat dengan Peta Altar layak untuk didukung menuju kursi AB satu.

Praptono berharap politikus Partai Amanat Nasional (PAN) yang kini menjabat wakil ketua DPRD DIY itu mau maju dalam pilwalkot dan memberi harapan baru untuk masyarakat Kota Jogja yang lebih baik. "Kami siap menjadi ujung tombak pencalonan pak Inung maju sebagai calon wali kota," tegas dia.

Sementara itu, Inung mengaku tidak tahu jika ada kelompok masyarakat yang mendorongnya maju Pilwalkot. Ia belum menegaskan mau mencalonkan diri, namun jika masyarakat Jogja menghendakinya, "Ya siap menjalankan amanah apa yang dikehendaki masyarakat," ucap Inung melalui sambungan telepon.

Sampai saat ini sejumlah partai politik masih melakukan penjaringan tokoh yang dianggap layak memimpin Kota Jogja. Namun beberapa nama yang dimunculkan partai sebagian besar adalah tokoh-tokoh lama. Di antaranya, Haryadi Suyuti (Golkar), Imam Priyono (PDIP), keduanya adalah petahana. Kemudian beberapa nama lainnya adalah Zuhrif Hudaya (PKS), Sukamto (PKS), KPH Wironegoro (Gerindera), dan Haka Astana (Gerindra).