OPINI: Efisiensi Berkeadilan, Pedoman Konstitusional Program Strategis Pemerintah
Efisiensi berkeadilan menjadi pedoman penting dalam pelaksanaan MBG dan KDMP agar program memberi manfaat tanpa mematikan persaingan.
Spanduk baru berisi kecaman dari jukir Malioboro dibentangkan di tepi jalan, Senin (22/2/2016). (Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja)
Parkir di Jogja, di Jalan Malioboro sedang dilakukan penataan, namun juru parkir menganggap penataan akan mengganggu kesejahteraan mereka
Harianjogja.com, JOGJA- Juru parkir di Jalan Malioboro Jogja menolak rencana penataan parkir yang dirancang Pemerintah Kota Jogja. Mereka menawarkan solusi yang dianggap lebih adil.
Meskipun tegas menolak, Ketua Paguyuban Parkir Malioboro Sigit Karsana Putra mengatakan pihaknya tidak keras kepala. Bila ada solusi yang adil mereka akan menerima dengan lapang dada. Para Jukir pun mengusulkan beberapa solusi alternatif yang bisa dilakukan pemerintah.
Salah satu yang menurutnya berpotensi terkait rencana Pemda untuk membangun toilet bawah tanah di beberapa titik di Malioboro. Mereka rela bila diminta meninggalkan pekerjaan sebagai jukir bila sebagai gantinya diberikan hak untuk mengelola toilet.
"Ini bisa menuntaskan masalah parkir sekaligus mempertahankan jumlah penghasilan kami," katanya, Senin (22/2/2016).
Mereka juga sudah mendengar kabar terkait rencana pembukaan kantong parkir baru di eks Kampus UPN Ketandan atau bekas Bioskop Indra. Relokasi ke dua kawasan itu dnilainya lebih masuk akal ketimbang ke ABA yang berada jauh dari pusat keramaian Malioboro.
Solusi lainnya, para jukir Malioboro menawarkan opsi untuk dibuatkan kios di tepi dalam trotoar yang menghadap ke arah jalan. Nantinya mereka akan sepenuhnya alih profesi dari jukir menjadi pelapak yang menempati kios-kios yang sudah ditetapkan melalui musyawarah.
Kios itu, lanjut Sigit tak harus besar. Ukurannya cukup sama dengan kios portabel yang selama ini sudah ada di sepanjang Malioboro. Meskipun kecil, jukir bisa mendulang rupiah dengan penghasilan yang tak jauh beda lewat usaha lain itu.
“Jadi ada win-win solution. Kami tetap sejahtera, Pemerintah bisa membuat kawasan pedestrian. Lagipula kios itu kan tidak memakan banyak badan trotoar,” terang dia.
Sampai saat ini, Sigit mengatakan belum ada tanggapan dari dinas terkait mengenai tawaran Paguyuban Parkir Malioboro. Namun dirinya akan terus mengupayakan solusi itu sebagai solusi terbaik bagi semua pihak.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY Rani Sjamsinarsi mengatakan sembari menyiapkan penggunaan gedung parkir baru, Pemkot Jogja mestinya sudah bisa mulai melakukan sosialiasi kepada masyarakat.
Baik terhadap petugas parkir maupun kepada masyarakat yang memarkirkan kendaraaannya di tepi jalan Malioboro. Apalagi saat ini mereka sudah melimpahkan pengelolaan gedung parkir ABA kepada Pemerintah Kota Jogja.
“Pemkot mestinya tidak usah nunggu kami. Sudah kesepakatan sejak dulu urusan sosial itu dari mereka, kita sudah koordinasi,” ungkap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Efisiensi berkeadilan menjadi pedoman penting dalam pelaksanaan MBG dan KDMP agar program memberi manfaat tanpa mematikan persaingan.
Harga cabai rawit merah tercatat Rp90.050 per kg dan telur ayam Rp29.900 per kg berdasarkan data PIHPS Nasional, Sabtu 12 September 2026.
Kematian Serda AMF di Mess Psikologi Galaksi diselidiki Pomau. Empat prajurit ditahan, sementara TNI AU membantah korban tewas akibat penganiayaan.
Tiket laga kandang PSS Sleman vs Madura ludes terjual. Nduwarugira menyebut dukungan suporter menjadi motivasi ekstra di Maguwoharjo.
Harga BBM terbaru 12 September 2026 di Pertamina, BP-AKR, Shell, dan Vivo. Pertamax Turbo, Dexlite hingga BBM diesel mengalami kenaikan.
Prabowo menghadiri KTT BRICS ke-18 di India sebagai anggota penuh untuk memperkuat peran Indonesia dalam kerja sama multilateral.