BANDARA KULONPROGO : 1.000 Angket Disebar untuk Peta Tenaga Kerja

Penyerahan draft nota kesepahaman oleh Bupati Kulonprogo kepada perwakilan warga terdampak bandara di Kantor Bupati Kulonprogo, Wates pada Selasa (22/2/2016). (Sekar Langit Nariswari/JIBI - Harian Jogja)
23 Februari 2016 18:55 WIB Sekar Langit Nariswari Kulonprogo Share :

Bandara Kulonprogo akan menggunakan tenaga kerja lokal dari warga terdampah, untuk itu, 1.000 angket disebar

Harianjogja.com, KULONPROGO- Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo menjelaskan bahwa pemkab Kulonprogo telah menyebarkan sekitar 1000 lembar angket untuk melakukan pemetaan tenaga kerja kepada warga terdampak pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Hasil angket tersebut kemudian dijadikan salah satu landasan penyediaan pelatihan tenaga kerja yang dilakukan oleh Dinsonakertrans Kulonprogo.

Hasto juga menjelaskan bahwa ada beberapa hasil pendataan mengenai pelatihan tenaga kerja yang tidak bisa dilakukan oleh pemkab Kulonprogo karena keterbatasan anggaran.

“Ada beberapa masukan profesi yang cukup menarik,” ujarnya, Senin (22/2/2016).

Jenis pelatihan pekerjaan yang tidak bisa dilakukan oleh pemkab Kulonprogo antara lain pendidikan satpam, kursus setir mobil, dan pelatihan bahasa inggris.

Terkait hal ini, pemkab Kulonprogo telah mengajukan bantuan pelatihan tenaga kerja oleh Angkasa Pura. Hasto menjanjikan bahwa jika hal ini disetujui maka akan segera dilakukan pelatihan untuk berbagai profesi yang belum bisa ditangani oleh pemkab.

Project Manager Kantor Proyek Pembangunan Bandara NYIA PT Angkasa Pura I, Sujiastono menyatakan bahwa akan segera menyampaikan permintaan bantuan pelatihan tersebut pada direksi pusat.

Ia sendiri menyatakan bahwa tersedia anggaran yang bisa dimanfaatkan untuk pelatihan beberapa jenis pekerjaan yang dimintakan oleh pemkab Kulonprogo.