PENYERANGAN SEKOLAH : Usai Nonton Pertandingan, Siswa SMK di Bantul Lempar Batu ke Sekolah Lain

24 Februari 2016 17:44 WIB Arief Junianto Bantul Share :

Penyerangan sekolah di bantul dilakukan oleh pelajar seusai menonton Pekan Olahraga (POR) Pelajar Bantul 2016

Harianjogja.com, BANTUL-Lantaran tim yang didukungnya kalah dalam ajang Pekan Olahraga (POR) Pelajar Bantul 2016, suporter dari tim SMK Muhammadiyah I Bantul berulah.

Mereka pun lantas melampiaskan kekesalannya pada sekolah yang menjadi musuh bebuyutannya, SMK Muhammadiyah Bambanglipuro, meski sekolah tersebut sama sekali tak bertanding menghadapi SMK Muhammadiyah I Bantul.

Seperti dituturkan Indra Kus Ivana, salah satu petugas keamanan SMK Muhammadiyah I Bambanglipuro, Rabu (24/2/2016), sekitar pukul 11.00, ratusan pelajar yang diketahuinya berasal dari SMK Muhammadiyah I Bantul berbondong-bondong mendatangi SMK Muhammadiyah Bambanglipuro.

Tak hanya itu, beberapa dari rombongan pelajar itu mendadak melemparkan batu ke arah SMK Muhammadiyah Bambanglipuro. Beruntung, batu-batu itu hanya mengenai dinding sekolah saja, sehingga tak ada kerusakan berarti pada bangunan sekolah tersebut.

Melihat ada pelemparan batu, Indra dan petugas keamanan lainnya yang kebetulan berjaga sontak berinisiatif untuk melakukan pengejaran. Sayangnya, lantaran jumlah yang tak seimbang, hanya satu orang pelajar saja yang berhasil diamankan. Sedangkan yang lainnya kabur kocar kacir.

“Pelajar berikut sepeda motornya langsung kami bawa ke Polsek [Bambanglipuro],” ucap Indra saat ditemui di SMK Muhammadiyah Bambanglipuro I,  Rabu (24/2/2016).

Saat ditemui Polsek Bambanglipuro, pelajar yang berinisial, GR, 17, warga Kembangkerep, Desa Srihardono, Pundong itu tengah diperiksa oleh petugas. Dirinya membantah bahwa sejak awal sudah berniat untuk melakukan penyerangan terhadap pihak SMK Muhammadiyah I Bambanglipuro.

“Sejak awal, niat saya cuma mau menonton pertandingan antara sekolah saya lawan SMA Sanden di Lapangan Pasutan [Trirenggo, Bantul],” akunya.

Remaja yang saat ini duduk di bangku kelas VIII itu mengaku hanya mengikuti ajakan dari kakak kelasnya saja seusai pertandingan. Ia pun mengaku tak tahu menahu jika saat konvoi kawan-kawannya juga melakukan pelemparan di SMK Muhammadiyah Bambanglipuro.