TIONGHOA JOGJA : Beri Kejutan, Si Singa Pura-pura Terpeleset

(JIBI/Harian Jogja - Desi Suryanto)
26 Februari 2016 05:20 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Tionghoa Jogja melestarikan kebudayaan dengan menggelar perlombaan.

Harianjogja.com, JOGJA-Setiap perkumpulan kesenian liong barongsai memiliki ciri khas tersendiri. Tidak hanya menampilkan atraksi lompatan yang licah, si singa barongsai pun bisa tampil menipu penonton.

Seperti yang dilakukan barongsai Putra Mataram dalam Lomba Barongsai di halaman Kelenteng Poncowinatan, Senin (22/2/2015) lalu. Dua pria yang mengenakan kostum barongsai merah jambu mengelabuhi penonton dengan berpura-pura terpeleset saat berdiri di atas kotak kayu.

Dalam lomba tersebut, barongsai harus dapat mencapai titik tertinggi dan menggigit spanduk bertuliskan angpao Rp10 juta. Barongsai yang paling lama menggigit spanduk tersebut akan dipilih menjadi juara.

Putra Mataram yang dimainkan Yudha Purnama, 24 dan Bemby Purnama, 33, awalnya mampu melalui setiap tonggak yang berdiri dengan ketinggian yang berbeda-beda. Mulai dari satu meter hingga dua meter.Tonggak-tonggak itu dilalui dengan mudah. Dan hingga akhirnya sampai di bawah spanduk kuning yang menggelantung, pemain depan harus digendong di atas pundak pemain belakang agar dapat mencapai titik tertinggi dan menggigit spanduk itu.

Namun di tengah usahanya, singa itu terpeleset dan hampir terjatuh. Sontak teriakan penonton pun bersahutan.

“Memang kami sengaja biar ada kejutan seakan barongsai jatuh. Biar ada greget dari penonton juga,” kata Yudha, Rabu (24/2/2016).

Tak lama setelah itu, pemain kepala mulai bangkit dan melompat hingga bisa dipanggul di atas pundak pemain belakang. Ujung spanduk pun berhasil digigit dengan durasi lebih dari tiga menit. Gerakan lainnya mulai dari melompat hingga mengendus-endus kaki ditampilkan Putra Mataram agar barongsai semakin menyerupai singa.

Penampilan memukau yang dimainkan Putra Mataram membuat para juri terkesan sehingga mereka memilih perkumpulan liong barongsai ini menjadi juara mengalahkan tiga kelompok lainnya yakni Isakuiki, Nagata, dan Naga Winanga.

Salah satu panitia Lomba Barongsai dengan tema “Barongsai Itu Laki Angkapo Raksasa Rp10 juta” Heri Kuswanto mengatakan, selain lompatan tertinggi dan waktu menggigit paling lama, kriteria lain yang turut dinilai adalah kekompakan musik pengiring dan kostum.

Heri mengatakan, lomba barongsai yang disponsori salah satu minuman energi ini bertujuan meramaikan perayaan Imlek sekaligus ikut melestarikan budaya Tionghoa.

“Acara serupa digelar di 23 kota di Indonesia,” ungkapnya.

Angpao raksasa senilai Rp10 juta dibagi kepada empat peserta. Juara I mendapatkan Rp3,250 juta dan diraih Putra Mataram dengan skor 590, juara II Rp2,750 juta diraih Isakuiki dengan skor 515, juara III Rp2,250 juta diarih Nagata dengan skor 510, dan juara IV senilai Rp1,750 juta diraih Naga Winanga dengan skor 465.