Harga BBM Jelang November 2026, Pertamax Turbo Rp19.600
Cek daftar harga BBM 28 Oktober 2026 di Pertamina, Shell, Vivo, dan BP-AKR. Pertamax Green 95 Rp19.150 per liter, ini harga lengkapnya.
Samdhy dan Siti melihat diorama yang ada di Benteng Vredeburg, Selasa (1/3/2016). (Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja)
Sejarah Jogja dituturkan oleh Samdhy, salah satu saksi mata Serangan Umum 1 Maret 1949
Harianjogja.com, JOGJA -- Samdhy menggandeng lengan istrinya Siti Maryam masuk ke ruang Diorama I Benteng Vredeburg, Selasa (1/3/2016).
Langkah keduanya sudah terbungkuk dan tertatih, namun Samdhy kembali bersemangat kala melihat diorama yang ditampilkan di dalam ruangan itu.
“Iki bu, waktu merebut percetakan percetakan. Suasananya persis,” kata Samdhy kepada istri yang berusia 10 tahun lebih muda darinya.
Diorama demi diorama pun mereka lewati bersama. Mata Samdhy tak lelah menyapu setiap detail diorama dan membaca keterangan yang tertera. Sesekali dia membandingkan suasana yang digambarkan dalam diorama dengan yang ada di memorinya.
Samdhy yang kini berusia 87 tahun masih duduk di kelas tiga SMP saat bergabung dengan TNI Brigadir 17 Tentara Pelajar di Detasmen III Seksi I 68 tahun yang lalu.
Dalam pasukan itu, Samdhy mendapatkan tugas di bidang intelijen untuk mengumpulkan informasi, mengkoordinasi pasukan serta mensabotase aset Belanda di Jogja. Di tengah kunjungannya ke museum Benteng Vredeburg, Samdhy mengisahkan pengalamannya saat mengangkat senjata.
Pengalaman pertamanya terjadi 19 Desember 1948, saat Belanda menerjunkan pasukan di pangkalan udara Maguwo. Sejak saat itu dia aktif bergerilya untuk merampas senjata yang akan banyak membantu perjuangna pasukan tanah air.
Berbagai pergerakan untuk mempersiapkan Serangan Umum dilakukan secara sembunyi-sembunyi, termasuk melalui gorong-gorong yang dibuat di sekeliling Jogja.
Pada hari H, 1 Maret 1949, serangan akhirnya dilancarkan dengan Hotel Toegoe menjadi sasaran utama. Hotel Toegoe dijadikan target karena pada saat yang sama di Hotel Merdeka, saat ini mejadi hotel Inna Garuda, para perwakilan Konferensi Tiga Negara dan wartawan berkumpul.
Maka ketika serangan umum terjadi, peristiwa itu langsung menggema ke seluruh dunia untuk mengumumkan bahwa Indonesia belum tunduk.
“Efeknya luar biasa, kabar itu langsung tersebar. Setelahnya saya terlibat juga dalam beberapa pertempuran lain,” kata dia.
Selepas masa damai, Samdhy mendapatkan tugas belajar ke Jepang. Sekembalinya ke Indonesia beberapa tahun silam, dia berkenalan dengan Siti. Prajurit yang kini tergabung dalam Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) ini lantas mempersunting gadis yang dikenalnya di Shopping saat tengah berburu buku itu.
Pasangan Samdhy dan Siti kini dikaruniai seorang anak yang kini melanjutkan studinya di jenjang pascasarjana. Samdhy sendiri setiap menetap di kediaman lamanya di Lempuyangan bersama Siti yang masih setia bersama sampai hari tua.
“Sekarang perjuangan kami sudah selesai, giliran kalian generasi muda yang berjuang dengna ikhlas untuk memajukan Indonesia,” pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek daftar harga BBM 28 Oktober 2026 di Pertamina, Shell, Vivo, dan BP-AKR. Pertamax Green 95 Rp19.150 per liter, ini harga lengkapnya.
Kemenko PMK menyoroti 30 kasus bunuh diri di Gunungkidul tahun ini dan mendorong penguatan layanan kesehatan jiwa berbasis masyarakat.
Peralihan konsumen ke rokok murah menekan penerimaan cukai. Produksi naik, tetapi pemerintah menghadapi potensi kekurangan penerimaan hingga Rp13 triliun.
BMKG memprakirakan hujan lebat disertai petir di tujuh kota, gelombang laut hingga 4 meter, serta potensi banjir rob di sejumlah pesisir.
Ketua DPD Golkar DIY Singgih Januratmoko memastikan Musda XI Golkar Gunungkidul tetap digelar dan meminta kader menjaga soliditas.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Sabtu 31 Oktober 2026 bervariasi. Simak daftar harga jual dan buyback.