Advertisement
POPULASI SAPI : Paguyuban Sebut Populasi Sapi Bantul Hanya 40.000 Ekor, Perlu Impor Sapi Hidup
Advertisement
Populasi sapi di Bantul disebutkan hanya 40.000 ekor dan perlu dilakukan impor sapi hidup
Harianjogja.com, BANTUL- Ketua Paguyuban Pengusaha Daging Sapi Segoroyoso (PPDSS) Pleret, Bantul Ilham Akhmadi mengatakan, kondisi real populasi sapi di Bantul jauh dari angka yang disampaikan pemerintah.
Advertisement
Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertanhut) Bantul Partogi Dame Pakpahan mengatakan, populasi sapi di Bantul saat ini tercatat hanya 52.000 ekor.
Namun, Ilham menyebutkan kondisi angka di lapangan tidak sampai 40.000 ekor.
"Memang kami tidak punya data valid, tapi kalau melihat kondisi di lapangan angkanya bahkan tidak sampai 40.000 ekor," ungkap Ilham.
Kondisi seperti ini dipastikan memicu kenaikan harga daging secara terus menerus. Pemerintah kata dia layak mengimpor sapi hidup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
"Tapi impor sapi hidup ya bukan daging. Kalau daging justru bakal mematikan peternak," paparnya.
Impor sapi hidup selain dapat memenuhi kebutuhan daging juga diklaim dapat mempertahankan populasi sapi produktif di peternak. Selama ini kata dia, sapi produktif yang harusnya dipertahankan terpaksa disembelih lantaran kurangnya pasokan daging.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jam Lengkapnya
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
Advertisement
Advertisement






