Data 5,7 Juta Pelanggan Fore Diakses Tanpa Izin, Ini Imbauannya
Fore Kopi mengungkap akses tanpa izin terhadap data hingga 5,7 juta akun pelanggan. Simak jenis data terdampak dan imbauan perusahaan.
Ratusan warga berkumpul di Tugu Jogja untuk nonton bareng gerhana matahari total, Rabu (9/3/2016) pagi. (Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja)
Gerhana matahari total di Jogja, ratusan warga berkumpul di Tugu untuk menikmati fenomena alam tersebut
Harianjogja.com, JOGJA- Humas Taman Pintar Jogja, Yosephine Carmelita mengatakan lautan warga di Tugu Jogja saat menonton gerhana matahari, Rabu (9/3/2016) pagi di luar perkiraan panitia dan relawan.
Pasalnya selama ini mereka hanya memasang poster di beberapa titik dan membagikannya ke sekolah-sekolah. Tak disangka antusias warga Jogja dalam menyambut gerhana begitu besar.
“Ini di luar ekspektasi, 50an relawan kami sampai kewalahan memberikan informasi ke seluruh warga disini,” tutur Yosi.
Kepala BMKG DIY Tony Agus Wijaya pun sumringah dengan kemeriahan ini. Menurutnya kondisi ini benar-benar kontras dengan tiga dasawarsa silam. Saat ini semakin banyak warga yang tertarik menyaksikan fenomena alam. Mitos-mitos tak berdasar juga semakin tersingkir berganti rasa ingin tahu warga terhadap dunia ilmu pengetahuan yang besar.
Tony mengatakan persitiwa gerhana matahari sebenarnya peristiwa alam biasa. Hanya saja untuk bisa menikmati bentuk gerhana yang sama di lokasi yang sama diperlukan waktu sekitar 300 tahun. Beberapa puluh tahun mendatang, gerhana Matahari masih bisa dinikmati di Jogja, namun bentuknya tak akan semaksimal kemarin.
“Kita beruntung juga cuaca cerah jadi bisa beramai-ramai belajar tentang gerhana. Bila terlewat, kita baru bisa melihat yang sebaik ini 2023. Saat itu akan gerhana total tapi hanya lewat Papua,” kata dia.
Pengalaman pertama melihat gerhana matahari secara langsung rupanya dialami oleh Walikota Jogja, Haryadi Suyuti. Haryadi yang datang menonton di Tugu Jogja mengatakan di era 80-an dia juga diminta bersembunyi saat gerhana datang.
Alhasil dirinya melewatkan momen gerhana matahari total yang hanya terjadi di titik yang sama setiap 300 tahun sekali.
Haryadi bersyukur Rabu pagi cuaca relatif cerah. Matahari tak sedikitpun tertutup awan sehingga pengamatan bisa dilakukan dengan leluasa. Warga pun bisa beramai-ramai menantikan momen puncak kala matahari tertutup bulan.
“Rasanya bersyukur masih bisa mendapatkan kesempatan melihat gerhana, apalagi beramai-ramai di Tugu seperti ini,” ungkap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fore Kopi mengungkap akses tanpa izin terhadap data hingga 5,7 juta akun pelanggan. Simak jenis data terdampak dan imbauan perusahaan.
Satlantas Polresta Sleman memberikan 690 teguran selama enam hari Operasi Patuh Progo 2026. Tercatat 61 kecelakaan lalu lintas.
Sebanyak 150 santri Kulon Progo mengikuti 22 cabang lomba FASI XIII DIY. Badko TKA-TPA menargetkan gelar juara umum.
Harga iPhone di iBox 1 November 2026 berubah. iPhone 15 dan 16 naik, sedangkan iPhone 18 Pro 1TB dan 2TB turun Rp1 juta.
Polda Metro Jaya menangkap 27 orang dalam penggerebekan Kampung Bahari. Polisi menyita sabu, ganja, ekstasi, mesin cetak pil, dan senjata api.
Veda Ega Pratama finis kedua Moto3 Malaysia 2026 di Sepang. Pembalap asal Gunungkidul itu kini naik ke posisi tujuh klasemen.