PCS 2026 di UGM Lahirkan Manifesto Konservasi Berbasis Rakyat
Peoples’ Conservation Summit 2026 di UGM melahirkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia dan 13 tuntutan perubahan arah konservasi.
Talut setinggi 12 meter yang berada di Dusun Nglaran, Sidoarum, Godean berbatasan dengan Dusun Ngabean, Nogotirto, Gamping terlihat ambrol, Selasa (15/3/2016). (Sunartono/JIBI/Harian Jogja)
Banjir Sleman menyebabkan makam Dusun Ngabean Pedukuhan Nogosaren, Desa Nogotirto, Gamping, Sleman terancam ambrol
Harianjogja.com, SLEMAN - Banjir bandang yang melewati sejumlah wilayah Sleman akhir pekan lalu menyisakan kekhawatiran bagi warga RT04/RW21 Dusun Ngabean Pedukuhan Nogosaren, Desa Nogotirto, Gamping, Sleman yang tinggal di sekitar aliran Sungai Bedog. Kuburan di Dusun ini terancam longsor karena talut sepanjang 20 meter di bibir sungai ini ambrol.
Titik longsor itu berada di talut sisi barat yang masuk di area Dusun Nglaran, Desa Sidoarum, Godean. Titik pertama longsoran hanya berjarak sekitar enam meter dari sebelah selatan jembatan Bedog di Jalan Godean.
Selanjutnya titik kedua masih di ruas talut yang sama juga ambrol, secara keseluruhan dengan panjang sekitar 20 meter dan ketinggian 12 meter.
Warga Dusun Ngabean Budi Wahyono menjelaskan, ambrolnya talut itu terjadi saat banjir Sabtu (12/3/2016) lalu. Banjir besar itu dinilai merupakan kedua kalinya selama berpuluh-puluh tahun ia tinggal di dusun tersebut.
Ratusan pohon bambu miliknya usai ditebang yang akan dimanfaatkan sebagai bahan bangunan ikut hanyut terbawa arus. Banjir juga merendam rumah salahsatu warga yang kebetulan berdiri di atas lahan bantaran sungai yang tercatat milik negara.
"Saat itulah talut yang di sisi barat itu juga ambrol, materialnya memenuhi sungai, air lalu mengerus bibir sungai sebelah timur yang tidak ada talutnya," terang pria berumur 50 tahun ini saat ditemui, Selasa (15/3/2016).
Ia menambahkan, derasnya arus perlahan mengikis bibir sungai sisi timur. Akibatnya, komplek pemakaman umum tak berpagar yang berada di Dusun Ngabean kini terancam longsor. Bahkan jarak antara bibir sungai dengan titik pusara tidak lebih dari enam meter dan air di bawah terus mengerus.
Tidak hanya pemakaman, sejumlah rumah warga di area tersebut juga rawan longsor jika terjadi banjir dengan volume air seperti pada Minggu (13/3/2016).
"Namun yang paling berbahaya kuburannya karena posisi tanahnya di bawah jadi tumpuan arus air yang berbelok serong ke barat," urai dia sembari menunjukkan sekumpulan pohon bambu yang kini berposisi di dalam sungai.
Warga lainnya, Riyadi, 60, menambahkan, talut ambrol itu sebelumnya dibangun secara pribadi oleh pemilik lahan. Proses pembangunan talut, kata dia, bahkan sempat mengurug bibir sungai sehingga terbangun dengan ketinggian sekitar 12 meter.
Selain itu, sebelum dibangun talut, di bibir sungai masih terdapat pepohonan bambu yang bisa menahan air kini berganti menjadi talut beton. "Sekitar 2014 itu mulai dibangun di timur [Ngabean] tidak ada talut jadi air ke menggerus ke timur, pohon yang sebelumnya jauh dari bibir sungai namun kini jadi seakan ada di dalam [sungai]," ujar.
Ia berharap ada solusi dari pihak terkait karena kondisi bibir sungai cukup meresahkan warga. Terutama di area pemakaman umum yang hanya berjarak beberapa meter dari bibir sungai. "Banyak kuburan yang kondisinya tergolong baru, berdekatan dengan bibir sungai," imbuh dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peoples’ Conservation Summit 2026 di UGM melahirkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia dan 13 tuntutan perubahan arah konservasi.
Bandara Wunopito di Lewoleba ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Lewotolok hingga 9 September 2026.
Hari Pelanggan Nasional menjadi momentum bagi Astra Motor Yogyakarta untuk memberikan apresiasi kepada konsumen setia sepeda motor Honda
Prabowo meminta masyarakat memiliki rekening perbankan. Pemerintah menyiapkan BRI dan BSI serta memperkuat penggunaan QRIS.
Pebalap muda Indonesia binaan PT Astra Honda Motor (AHM), M. Kiandra Ramadhipa, siap melanjutkan perjuangan dalam perebutan gelar juara Moto3 Junior
Zulhas mengatakan pemerintah menambah 150.000 ton SPHP jagung dari stok Bulog untuk membantu peternak unggas UMKM saat musim paceklik.