Advertisement
BEASISWA MADRASAH : 12.500 Siswa Madrasah DIY Mendapat Beasiswa
Advertisement
Beasiswa madrasah diberikan oleh Kanwil Kemenag DIY
Harianjogja.com, SLEMAN-Kementerian Agama (Kemenag) melalui Kanwil Kemenag DIY mengucurkan beasiswa bagi siswa miskin pada 2016. Sekitar 12.500 siswa madrasah di DIY menerima beasiswa tersebut.
Advertisement
Kepala Seksi Kesiswaan Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DIY, Fahrudin dalam rilis Rabu (16/3/2016) menjelaskan, pada 2015, nama beasiswa tersebut ialah beasiswa miskin. Namun seiring digulirkannya program Indonesia pintar, maka siswa madrasah yang menerima beasiswa merupakan pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP).
Menurut Fahrudin, untuk 2016 jumlah penerima beasiswa di DIY menurun dibandingkan tahun lalu. Untuk tingkat Madrasah Aliyah (MA), penerima beasiswa sekitar 2.500 siswa, Madrasah Tsanawiyah (MTs) sekitar 4.000 siswa dan Madrasah Ibtidaiya (MI) sebanyak 6.000 siswa.
Pada 2015, siswa penerima beasiswa di tingkat MA sekitar 3.500 siswa, MTs sekitar 6.000 siswa dan MI sekitar 8.000 siswa. Penurunan itu terjadi karena angka kemiskinan di DIY dinilai semakin turun saat ini.
Tiap siswa MA menerima Rp1 juta per tahun, MTs Rp750.000 per tahun dan MI sebesar Rp450.000 per tahun. Beasiswa diterimakan dua kali dalam satu tahun ke rekening masing-masing anak.
"Jumlah siswa yang memiliki KIP di DIY turun sehingga otomatis penerima beasiswa ini juga turun," jelasnya.
Fahrudin menyebutkan, pada 2015 lalu, penyerapan beasiswa tersebut di DIY cukup tinggi hingga mencapai 99%. Hanya 1% yang tidak terserap karena kendala teknis pengurusan rekening. Karena siswa yang pindah pondokan atau kesalahan penulisan nama.
Sementara Kepala MTsN Maguwoharjo, Supangat menjelaskan, tahun ini siswa penerima beasiswa di sekolah tersebut mencapai 41 orang. Rata-rata jumlah penerima beasiswa tersebut sama tiap tahunnya.
"Kami mengajukan nama-nama siswa berdasarkan data dari wali kelas dan komite sekolah untuk menerima beasiswa miskin ini," jelasnya.
Berdasarkan pengalaman sekolah, beasiswa tersebut dimanfaatkan siswa untuk membeli keperluan sekolah seperti buku, seragam sekolah, alat tulis dan lainnya. Tiap siswa harus memberikan laporan penggunaan beasiswa tersebut ke sekolah.
"Laporan itu harus diberikan agar beasiswa yang diberikan dapat dimanfaatan tepat sasaran," jelasnya.
Supangat menambahkan, selain beasiswa tersebut, sekolah juga memberikan bantuan lain pada siswa yang tidak mampu secara ekonomi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
- Operasi SAR Yunanta di Sungai Opak Resmi Ditutup Setelah 7 Hari
Advertisement
Advertisement




