3 Moge Disita KPK, Diduga Dibeli Pakai Dana Operasional DJBC
KPK menyita tiga moge dalam kasus korupsi Bea Cukai. Motor diduga dibeli sementara memakai dana operasional khusus DJBC.
Puluhan sopir taksi mendatangi gedung DPRD DIY, Senin (28/3/2016) pagi. (Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja)
Info terkini di DPRD DIY, puluhan sopir angkot mendatangi kantor wakil rakyat, mereka menesak penertiban angkot ilegal
Harianjogja.com, JOGJA-- Puluhan orang perwakilan dari 15 operator taksi di Jogja geruduk DPRD DIY. Mereka meminta dewan mengambil sikap atas semakin banyaknya angkutan ilegal di Jogja.
Dalam audiensinya, Sukiman salah satu sopir taksi mengatakan pihaknya mengeluhkan semakin mataknya angkutan umum ilegal berplat hitam di Jogja. Dia memperkirakan jumlah angkutan semacam itu bahkan melebihi jumlah armada taksi di Jogja. Hal itu mengancam pendapatan mereka yang beroperasi secara legal.
Dia menambahkan pihaknya tak anti teknologi. Justru menurutnya teknologi menjadi jalan bagi pihaknya untuk bisa bekerja lebih efektif. Namun dia meminta dewan mengambil sikap atas adanya angkutan ilegal.
"Kami tidak anti teknologi, tapi tolong dewan bertindak karena angkutan ilegal berplat hitam sekarang semakin banyak," kata dia.
Ketua Komisi C DPRD DIY Sutata mengatakan pihaknya perlu mengkaji lebih lanjut tuntutan para sopit taksi Jogja. Pasalnya definisi ilegal sampai saat ini masih simpang siur.
"Kami akan mendalami permintaan sopir taksi ini," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menyita tiga moge dalam kasus korupsi Bea Cukai. Motor diduga dibeli sementara memakai dana operasional khusus DJBC.
Investor di kawasan JJLS Gunungkidul diminta mematuhi perizinan dan menjaga lingkungan setelah Kelok 23 selesai dibangun.
Posko GRIB Jaya di Kebon Jeruk terbakar pada Senin dini hari. Polisi menyebut api diduga berasal dari korsleting listrik.
Harga daging sapi rata-rata Rp143.000 per kg. Mendag Budi Santoso mengungkap masalah impor dan distribusi pasokan yang belum merata.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mendukung Program Rumah Cahaya yang diinisiasi Yayasan Pahlawan Harapan Sejahtera Indonesia Emas (PHSI)
Kebakaran Desa Adat Sade di NTB menimbulkan kerugian Rp33,84 miliar dan berdampak pada 320 pelaku pariwisata.