Advertisement
PENCURIAN ORGAN TUBUH : Ditanya Soal CCTV, Ini Kata Kuasa Hukum RSUD Panembahan Senopati
Advertisement
Pencurian organ tubuh terus didesak segera diselesaikan.
Harianjogja.com, BANTUL- Keluarga almarhumah Wakiyah mendesak Kepolisian DIY membuka rekaman kamera pengintai closed circuit television (CCTV) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul. Rekaman CCTV menjadi kunci untuk membuktikan dugaan pencurian cuping hidung korban Wakiyah oleh pihak rumah sakit.
Advertisement
Suparlan, Kuasa Hukum RSUD Panembahan Senopati Bantul mengatakan, otoritas rumah sakit sampai sekarang belum menyerahkan rekaman CCTV yang terkait kasus pencurian hidung.
“Pernah ditanyakan polisi [CCTV] tapi belum diminta,” imbuhnya.
Namun ia mengklaim, CCTV di bagian depan RS tempat keluar masuk ambulan saat kejadian, rusak. Ia juga mengklaim tidak ada CCTV di kamar mayat.
“Kalau di lorong-lorong rumah sakit mungkin ada, kalau ruang operasi saya enggak tahu ada atau enggak,” lanjutnya.
Terkait klaim keluarga korban bahwa jasad Wakiyah sempat transit di ruang operasi sebelum dimasukkan ke kamar mayat dibantah Suparlan.
“Silakan saja, itu versi mereka. Tidak ada itu dibawa ke ruang operasi,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Belanja Pegawai Bantul Tembus 34 Persen Rekrutmen Dipangkas
- Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
Advertisement
Advertisement




