ASURANSI KECELAKAAN : Jasa Raharja Cari Data Kecelakaan Lewat Media

24 Mei 2016 14:20 WIB Kusnul Isti Qomah Jogja Share :

Asuransi kecelakaan dari Jasa Raharja terus ditingkatkan kualitas pelayanannya

Harianjogja.com, JOGJA--Jasa Raharja memiliki komitmen untuk terus meningkatkan budaya proaktif guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Kepala Jasa Raharja I Ketut Suardika mengungkapkan, upaya yang dilakukan yakni menggelar dialog publik di Kampus III Universitas Sanata Dharma pada Rabu (25/5/2016).

Kegiatan ini digelar juga untuk lebih mengenalkan Jasa Raharja kepada masyarakat luas. Adapun tema yang dipilih Budaya Proaktif Guna Meningkatkan Pelayanan kepada Masyarakat.

"Kami ingin meningkatkan proaktif kami agar bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat," ujar dia kepada wartawan dalam jumpa pers di Kantor Cabang Jasa Raharja, Jogja, Senin (23/5/2016).

Ia menjelaskan, budaya proaktif itu memungkinkan Jasa Raharja lebih cepat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Wujud dari budaya proaktif itu adalah jalinan kerja sama dengan Satlantas, rumah sakit, dinas kependudukan dan pencatatan sipil, serta perbankan.

Setiap hari, petugas melakukan pengecekan ke kepolisian dan rumah sakit untuk mencari data kecelakaan. Jasa Raharja akan turun tangan untuk membantu masyarakat yang terlibat kecelakaan kendaraan bermotor.

"Selain itu, kami juga sangat terbantu dengan pemberitaan di media utamanya soal kecelakaan. Langsung kami tindaklanjuti. Kalau belum membuat laporan kepolisian, akan kami sarankan untuk segera membuat karena itu jadi dasar tindakan kami," jelas dia.

Selain itu, Jasa Raharja juga terus berupaya memberikan pelayanan dengan cepat. Target yang ditetapkan yakni maksimal lima hari. Namun, pada praktiknya, proses pelayanan hanya membutuhkan waktu satu hari.

"Kami akan memberikan layanan yang cepat tapi tetap tepat sasaran dan tetap sesuai ketentuan," ujar dia.

Ia menjelaskan, sampai April 2016 Jasa Raharja DIY sudah mencairkan pembayaran santunan kematian sebesar Rp3,962 miliar.

Hal itu menunjukkan peningkatan 16,12% untuk periode yang sama pada 2015. Untuk santunan perawatan sebesar Rp10,140 miliar (naik 30,41%), cacat Rp55,625 juta (naik 34,85%), dan penguburan Rp10 juta (naik 66,67%).

"Secara angka memang terus mengalami kenaikan karena jumlah kecelakan terus meningkat. Selain itu, ini buah proaktif kami sehingga semakin banyak masyarakat yang terlayani," ungkap dia.