APBD GUNUNGKIDUL : Setiap Bulan, Bayar Tagihan Listrik Pemkab Rp800 Juta

24 Mei 2016 20:20 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

APBD Gunungkidul untuk pembayaran listrik mencapai Rp800 juta per bulan

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pemerintah Kabupaten berencana melakukan pergantian lampu penerangan jalan dengan menggunakan lampu LED. Harapanya hal ini bisa berdampak terhadap pengeluaran anggaran untuk pembayaran PJU.

Data Dinas Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah Gunungkidul mencatat pengeluaran PJU di kisaran Rp700-800 juta.

Bahkan di 2014 lalu besarannya sempat di atas Rp900 juta per bulan. Namun jumlah ini sudah berkurang, hal itu terlihat dalam rekapitulasi pembayaran di 2015 sebesar Rp10,2 miliar.

Kendati demikian, menurut Pejabat Sekretaris Daerah Gunungkidul Supartono, jumlah itu masih terlalu besar dan butuh penghematan. Dia tidak menampik selama ini antara pemasukan dan pengeluaran dari Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) seringkali impas sehingga tidak ada pemasukan ke kas daerah.

Oleh karenanya, ia menginginkan perubahan, salah satunya dengan mengganti lampu PJU yang terpasang dengan menggunakan lampu hemat energi.

Supartono mengakui sudah menginstruksikan kepada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Gunungkidul untuk membuat kajian tentang pelaksanaan program ini.

“Di tahap awal tidak harus diganti semuanya, karena bisa dilakukan bertahap,” katanya kepada awak media, Senin (23/5/2016).

Supartono menambahkan, dari sisi anggaran pemkab belum mengalokasikan untuk pergantian lampu itu. Namun hal tersebut tidak menjadi masalah karena anggarannya bisa dimasukan dalam pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2016.

“Saya yakin kalau lampunya diganti dengan yang hemat energi, pengeluaran yang dimiliki bisa lebih ditekan,” ujar pejabat yang merangkap sebagai Kepala DPPKAD ini.

Hingga Mei ini, pengeluaran pemkab untuk membayar PJU mencapai Rp3,2 miliar. Sementara itu untuk penerimaan PPJU hingga bulan ini mencapai Rp4,2 miliar.

“Dana ini diperoleh dari iuaran masyarakat saat membayar tagihan listrik,” kata Kepala Seksi Penagihan, Bidang Pelayanan dan Penagihan DPPKAD Gunungkidul Suprihatin.