GELOMBANG TINGGI PANTAI SELATAN : Cuaca Cerah, Nelayan Mulai Perbaiki Kapal

Sejumlah nelayan sedang berusaha menyelamatkan kapal agar tidak terseret arus di Pantai Baron, Desa Kemadang, Tanjungsari. Akibat adanya gelombang tinggi berdampak terhadap kerusakan kapal dan tempat berjualan milik pedagang. Selasa (24/5/2016). (David Kurniawan/JIBI - Harian Jogja)
25 Mei 2016 18:45 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Gelombang tinggi pantai selatan Gunungkidul sudah menurun namun warga diminta tetap waspada

 

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Gelombang tinggi pantai selatan Gunungkidul sudah menurun namun warga diminta tetap waspada. Pada Rabu (25/5/2016), kondisi ombak pantai selatan di pesisir Gunungkidul terlihat landai.

Hal itu sangat jauh berbeda dengan yang terjadi dalam dua hari terakhir di mana gelombangnya mencapai 14 feet atau setinggi sekitar lima meter.

Di Pantai Baron, cuaca yang sudah bersahabat ini digunakan para nelayan untuk memerbaiki puluhan kapal yang rusak akibat terjangan ombak Selasa (24/5/2016).

Nelayan pun terlihat bahu membahu memerbaiki kerusakan atau sekadar memindahkan kapal mendekat ke bibir pantai sehingga memudahkan saat akan digunakan untuk berlayar.

Salah seorang nelayan di Pantai Baron, Yanto mengatakan, akibat gelombang tinggi yang terjadi dalam dua hari terakhir membuat sepuluh kapal rusak berat.

Rata-rata kerusakan dialami di bagian lambung dan ekor kapal pecah. Untuk proses perbaikan butuh biaya yang bervariasi di kisaran Rp500.000-1.000.000 per kapal.

“Untuk lebih hemat, nelayan biasanya melakukan penambalan sendiri,” katanya.

Dia mengatakan, selain kerusakan kapal, beberapa nelayan juga dilaporkan kehilangan jaring. Kejadian ini tentunya sangat menyulitkan nelayan, karena tidak  bisa beraktivitas.

Padahal untuk membuat satu set jaring lengkap dibutuhkan biaya Rp3-4 juta. “Sampai saat ini [kemarin] sudah ada tiga nelayan yang melapor kehilangan jaring,” ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul Marjono mengatakan, kerugian akibat gelombang tinggi yang terjadi dua hari mencapai Rp500 juta. jumlah ini merupakan akumulasi perhitungan di sekitar Pantai Baron.

“Kalau digabung kerugian di wilayah I, jumlahnya lebih besar. sebab di sana [sekitar Pantai Sadeng] ada sebuah kapal besar yang tenggelam,” katanya.