Advertisement
GELOMBANG TINGGI PANTAI SELATAN : Cuaca Cerah, Nelayan Mulai Perbaiki Kapal
Advertisement
Gelombang tinggi pantai selatan Gunungkidul sudah menurun namun warga diminta tetap waspada
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Gelombang tinggi pantai selatan Gunungkidul sudah menurun namun warga diminta tetap waspada. Pada Rabu (25/5/2016), kondisi ombak pantai selatan di pesisir Gunungkidul terlihat landai.
Hal itu sangat jauh berbeda dengan yang terjadi dalam dua hari terakhir di mana gelombangnya mencapai 14 feet atau setinggi sekitar lima meter.
Di Pantai Baron, cuaca yang sudah bersahabat ini digunakan para nelayan untuk memerbaiki puluhan kapal yang rusak akibat terjangan ombak Selasa (24/5/2016).
Nelayan pun terlihat bahu membahu memerbaiki kerusakan atau sekadar memindahkan kapal mendekat ke bibir pantai sehingga memudahkan saat akan digunakan untuk berlayar.
Salah seorang nelayan di Pantai Baron, Yanto mengatakan, akibat gelombang tinggi yang terjadi dalam dua hari terakhir membuat sepuluh kapal rusak berat.
Rata-rata kerusakan dialami di bagian lambung dan ekor kapal pecah. Untuk proses perbaikan butuh biaya yang bervariasi di kisaran Rp500.000-1.000.000 per kapal.
“Untuk lebih hemat, nelayan biasanya melakukan penambalan sendiri,” katanya.
Dia mengatakan, selain kerusakan kapal, beberapa nelayan juga dilaporkan kehilangan jaring. Kejadian ini tentunya sangat menyulitkan nelayan, karena tidak bisa beraktivitas.
Padahal untuk membuat satu set jaring lengkap dibutuhkan biaya Rp3-4 juta. “Sampai saat ini [kemarin] sudah ada tiga nelayan yang melapor kehilangan jaring,” ungkapnya.
Sementara itu, Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul Marjono mengatakan, kerugian akibat gelombang tinggi yang terjadi dua hari mencapai Rp500 juta. jumlah ini merupakan akumulasi perhitungan di sekitar Pantai Baron.
“Kalau digabung kerugian di wilayah I, jumlahnya lebih besar. sebab di sana [sekitar Pantai Sadeng] ada sebuah kapal besar yang tenggelam,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
- Operasi SAR Yunanta di Sungai Opak Resmi Ditutup Setelah 7 Hari
Advertisement
Advertisement




