ANTISIPASI PENYALAHGUNAAN NARKOBA : Giliran Pegawai Swasta Jadi Sasaran Sosialisasi Narkoba

Pemuda pemudi menggelar aksi kampanye menyosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba di Simpang Lima Nyi Ageng Serang, Wates, Kulonprogo, Kamis (21/4/2016). (Rima Sekarani I.N./JIBI - Harian Jogja)
26 Mei 2016 20:20 WIB Jogja Share :

Antisipasi penyalahgunaan narkoba di DIY dilakukan salah satunya dengan sosialisasi kepada karyawan swasta

Harianjogja.com, JOGJA – Rangkaian kegiatan penanggulangan narkoba di DIY oleh Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) DIY berlanjut. Setelah sebelumnya memberikan Pembinaan Teknis Pemberdayaan Masyarakat anti Narkoba di kepada institusi pemerintahan dan perguruan tinggi, Rabu (25/5/2016) perusahaan swasta menjadi target sosialisasinya.

Pembinaan Teknis, Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba yang digelar di Ruang Sasana Makarti Tama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik DIY ini diikuti oleh puluhan perwakilan seluruh perusahaan di DIY. Mereka mengikuti paparan yang diberikan oleh Kepala BNNP DIY Soetarmono yang mengisi acara siang itu.

Soetarmono mengatakan DIY memiliki catatan kasus penyalahgunaan Narkoba yang cukup buruk. Prevalensi penyalahgunaan DIY 2015 lalu menempati peringkat kedelapan nasional. Jumlah penyalahgunanya masih berkisar sekitar 60.182 pengguna pada 2015 lalu.

“Trennya terjadi peningkatan untuk pecandu non suntik dan pecandu suntik dibandingkan tahun 2014,” kata dia.

BNNP DIY pun sudah memetakan daerah-daerah rawan Narkoba di seluruh DIY. Pemetaan ini pun diharapkan bisa membantu upaya penanggulangan penyalahgunaan dan peredaran Narkoba di DIY. Untuk mendukung program yang sudah disusun itu maka BNNP menggelar Bintek yang diarahkan kepada berbagai institusi di lingkup kerjanya.

Pertemuan yang dilakukan di Kesbangpol itu menurut Soetarmono sekaligus merumuskan langkah lanjutan dalam upaya pemberantasan peredaran narkoba di lingkungan keeja instansi usaha dan swasta. Lewat forum ini pula Norma, Standar, Kriteria dan Prosedur yang sudah disusun akan menjadi dasar dilakukannya program kerjasama BNN dan instansi swasta.

“Bintek itupun dibuat untuk memberikan pemahaman dan penjelasan teknis pelaksanaan program yang akan segera dimulai dalam waktu dekat,” imbuh dia.

Sebelumnya, Kepala Bidang Rehabiltiasi BNNP DIY Iswandari menuturkan BNN sedang berusaha mengembangkan layanan rehabilitasi penyalahguna narkoba.. Program ini ditargetkan berlangsung selama 2016.

Layanan rehabilitasi ini diharapkan bisa membatnu menekan jumlah pecandu Narkoba di DIY serga mengurangi tingkat penyalahgunaan narkoba yang masih tinggi. Adanya rehabiltiasi berkesinambungan ini juga memastikan pecandu narkoba benar-benar lepas dari kecanduannya dan dapat kembali berktivitas secara normal dan membaur kembali dengan lingkungan di sekitarnya.

“Selama program berlangsung akan ada pendampingan dari awa program sampai pecandu selesai mengiktui program rehabilitasi,” imbuh dia.