WIRAUSAHA MUDA : Ekonomi Tak Menentu, Semua Serba Sulit, Saatnya Jadi Wirausaha

Fransicus Go, Wakil Ketua Kadin DIY saat mendorong kalangan mahasiswa untuk menjadi wirausaha muda di Jurusan Teknik Universitas Atmajaya Yogyakarta. (Abdul Hamid Razak/JIBI - Harian Jogja)
27 Mei 2016 18:00 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Wirausaha muda sedang dipacu semangatnya, terutama kalangan mahasiswa

Harianjogja.com, SLEMAN- Wirausaha menjadi sebuah pilihan saat ini untuk menyiasati situasi dan kondisi saat ini. Adagium ini mengawali sesi berbagi yang disampaikan oleh Fransicus Go, Alumni Atmajaya lulusan Teknik Sipil angkatan 1987.

“Pekerja dan wirausaha mandiri itu sama baik. Bedanya, para wirausaha mandiri dituntut lebih kreatif dalam bekerja karena ia harus mampu menciptakan lapangan kerja," tutur Ketua Kamajaya TS ’87 itu usai memberikan materi kewirausahaan di Jurusan Teknik Universitas Atmajaya Yogyakarta melalui rilis yang diterima Harianjogja.com, Kamis (26/5/2016).

Frans mengatakan, keinginannya berbagi pengalaman kepada mahasiswa bertujuan untuk mendorong lulusan Atmajaya tidak takut menjadi wirausaha mandiri. Menurutnya, seorang pekerja juga harus berani untuk bertransformasi menjadi wirausaha mandiri.

"Saya mulai menjadi wirausaha mandiri sejak 2003. Saya awali dengan mendirikan GMT Property Management. Perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan properti, yang mengelola gedung perkantoran, mal, food court dan juga konsultan properti," kata Wakil Ketua Kadin DIY itu.

Menurutnya, banyaknya pengangguran, rendahnya upah pekerja dan situasi kondisi ekonomi yang tidak menentu saat ini membuat dia ingin menciptakan lapangan usaha baru.

"Saya menginisiasi para wirausaha muda “mahasiswa” untuk berani melangkah di dunia bisnis. Para wirausaha mandiri dari kalangan muda harus didukung untuk menciptakan banyak manfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Salah satu wirausaha mandiri muda yang saat ini merangkak naik dilakukan oleh lima wirausaha muda. Masing-masing Ericko Siswanto, Eka Putra, Yuandaffi Andikri, Jaki Umam dan Ade Listya Wicaksono. Mereka menawarkan Martabak Buble yang dijual di depan Hotel Cantya, Sisingamangaraja Jogja.

Menurut Fransiscus Go, kelima wirausaha muda yang masih berstatus sebagai mahasiswa itu mewakili kalangan wirausaha muda yang bisa dikatakan sukses dan berhasil. Mereka memilih menjadi wirausaha mandiri daripada pekerja kantoran.

"Semangat wirausaha harus ditularkan karena Indonesia saat ini membutuhkan banyak wirausaha mandiri untuk bisa membangun perekonomian bangsa," ujarnya.