Wanita Angkatan Udara akan Hadir di Museum Dirgantara

Sejumlah siswa sedang melihat pesawat tempur Hawk MK-53 yang menjadi koleksi terbaru Museum Dirgantara Mandala, Lanud Adisutjipto, sejak Senin (10/8). (JIBI/Harian Jogja - dok.Penerangan Lanud Adistujitpo)
30 Mei 2016 10:21 WIB Sunartono Sleman Share :

Wanita Angkatan Udara akan memiliki tempat di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala Jogja.

Harianjogja.com, SLEMAN - Dinas Penerangan TNI AU berupaya menunjukkan keberadaan Wanita Angkatan Udara (Wara) di tengah masyarakat. Sebuah program bernama Wara Corner akan segera diluncurkan di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala Jogja.

Keseriusan Mabes TNI AU dalam menunjukkan eksistensi Wara itu ditandai dengan kehadiran Kadispen TNI AU Marsma TNI Wieko Sofyan berdialog dengan Wara Lanud Adisutjipto di Museum Dirgantara Mandala akhir pekan lalu.

Wieko Sofyan menegaskan, keberadaan Wara harus diketahui masyarakat untuk memacu semangat kedirgantaraan di kalangan kaum wanita. Oleh sebab itu, ia  membuat program peningkatan eksistensi Wara melalui Wara Corner yang akan ditampilkan di Museum Dirgantara Mandala.

"Penempatan Wara Corner di museum ini sangat strategis, karena museum sudah sangat familiar di mata masyarakat dan cukup dikenal baik skala nasional maupun internasional," ungkapnya akhir pekan lalu.

Wieko mengakui kiprah Wara saat ini kurang dikenal di masyarakat umum, dibandingkan dengan Korps Wanita Angkatan Darat dan Laut. Padahal Wara sebenarnya memiliki peluang besar untuk berkiprah dan diketahui kemampuannya di masyarakat. Karena saat ini banyak pilot militer dari Wara, seperti Kapten Pnb Fariana Dewi, penerbang Heli dari Lanud Kalijati yang kini dalam proses pendidikan untuk menjadi satu-satunya calon instruktur penerbang wanita di TNI.

Kepala Perpustakaan Lanud Adisutjipto Mayor Sus Ambar Rejiyati menyatakan, banyak hal yang bisa ditempuh untuk merealisasikan Wara Corner di Museum. Seperti membuat Diorama Wara sebagai sarana untuk mengenalkan Wara pada masyarakat.

Nantinya, Diorama Wara itu akan berisi sejarah, GAM Wara, kepangkatan, prestasi, dan kegiatan Wara. Ambar menegaskan, Wara Lanud Adisutjipto sebenarnya telah banyak berkiprah di tengah masyarakat.

Untuk mendukung kemampuan Wara, telah ada pendidikan kompetensi lanjutan guna meningkatkan kemampuan Wara mulai dari kemiliteran, kewirausahaan serta pemberian ijin Wara agar menempuh pendidikan umum dalam tiap Strata.

"Lalu pembinaan Wara berprestasi melalui kegiatan pendataan, pembagian kopel prestasi, penyiapan dan pelaksanaan training centre serta pemberian reward kepada Wara." ungkap Ambar.

Kepala Museum Dirgantara Mandala Kolonel Sus Taybur Rahman, keberadaan Wara Corner nantinya jelas akan menambah koleksi di museum. Selain itu, akan memberikan citra positif, wawasan masyarakat tentang sepak terjang Wara bagi para pengunjung. "Kami sangat mengapresiasi program ini," tegas dia.