PERTANIAN GUNUNGKIDUL : Kelompok Petani Punya Hari Kakao

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X didampingi Pelaksana tugas Bupati Gunungkidul, Budi Antono sedang memantau lokasi petani menjemur kakao di Dusun Gambiran, Desa Bunder, Kecamatan Patuk, Rabu (16/9/2015). (Harian Jogja - Uli Febriarni)
31 Mei 2016 14:36 WIB Gunungkidul Share :

Pertanian Gunungkidul untuk komoditas kakao, petani memiliki hari kakao

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-- Kelompok petani kakao Ngudi Subur di dusun Gumawang, Putat, Patuk memiliki hari kakao, yakni hari jumat yang dijadikan sebagai saat para petani memetik hasil panen kakao.

Hari kakao digunakan sebagai ajang memanen bersama sekaligus bertukar pendapat terkait kemajuan perkebunan kakao di wilayah tersebut.

Salah seorang petani Kakao Painem mengungkapkan di dusunnya selalu secara bersama-sama  memanen kakao setiap satu minggu sekali. Dalam setiap panen satu petani dapat menghasilkan hingga sepuluh kilogram.

Dalam kesempatan yang sama ia dan 80 anggota kelompok lainnya berkumpul di sekretariat  Ngudi luhur untuk berembug terkait dengan permasalahan yang terdapat dalam perkebunan.

"Setiap Jumat kami panen bersama, terus berkumpul untuk membahas masalah kakao sampai persoalan hama," kata dia, Minggu (29/5/2016).

Painem mengaku mendapatkan kemudahan dan merasakan dapat membentuk komunikasi yang baik dengan petani lainnya. Di Putat terdapat empat kelompok petani kakao, dengan adanya hari kakao ia dapat berbagi pengalaman dalam mengembangkan salah satu tanaman yang paling berpotensi di Kecamatan Patuk tersebut.