Kronologi Ratusan Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Keracunan MBG, Mual Muntah
259 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikmah Sidoarjo dirawat setelah diduga keracunan usai menyantap makanan MBG.
Gelombang tinggi di Pantai Baru Bantul, Rabu (8/6/2016). (Yudho Priyambodo/JIBI/Harian Jogja)
Gelombang tinggi Pantai Selatan justru menarik banyak wisatawan.
Harianjogja.com, BANTUL- Kunjungan wisatawan di beberapa pantai selatan selama tiga hari ini justru meningkat.
Adapun saat Ramadan biasanya kunjungan objek wisata sepi. Namun gelombang tinggi justru mampu meningkatkan kunjungan hingga 30%.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bantul mengatakan kenaikan kunjungan para wisatawan karena mereka penasaran ingin melihat gelombang besar yang terjadi selama beberapa hari ini.
“Ini fenomena yang unik, biasanya saat puasa wisatawan itu sepi namun adanya kejadian gelombang besar justru membuat mereka penasaran dan datang untuk menyaksikan itu,” katanya, Kamis (9/6/2016).
Bambang mengatakan jumlah kunjungan normal di sejumlah pantai di Bantul sekitar 1.000 orang. Namun saat
Ramadan kunjungan kurang dari 10% atau hanya sekitar 100 orang.
“Tadi saya sempat ngobrol dengan Pokdarwis di Pantai Baru, selama tiga hari ini wisatawan yang datang kesana justru meningkat. Secara perhitungan kurang pasti berapa naiknya namun diperkirakan oleh mereka sampak sekitar 30 persen,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
259 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikmah Sidoarjo dirawat setelah diduga keracunan usai menyantap makanan MBG.
LLDIKTI V menginisiasi konsorsium perguruan tinggi se-DIY untuk memperkuat kolaborasi kampus, pemerintah, dunia usaha, dan industri.
Dugaan keracunan MBG di Bantul ternyata menimpa 70 murid di empat sekolah. SPPG Patalan 2 kini diberhentikan operasionalnya.
Karhutla di sekitar IKN dan Bukit Soeharto dipastikan padam. OIKN tetap melakukan patroli untuk mencegah kebakaran kembali.
Mantan Wakil Jaksa Agung Abdul Hakim Ritonga meninggal dunia pada usia 76 tahun. Ia dimakamkan di San Diego Hills, Karawang.
Harta Wali Kota Solo Respati Ardi naik dari sekitar Rp2,02 miliar pada 2024 menjadi Rp8,04 miliar pada LHKPN 2025.