Advertisement
HARI ANTINARKOBA : Pengguna Narkoba di DIY Mencapai 60.182 Orang, Mayoritas Coba-coba
Advertisement
Hari antinarkoba di DIY menjadi momentum untuk semakin giat memerangi narkoba
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-- Berdasarkan hasil riset Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan pusat penelitian kesehatan Universitas Indonesia tercatat sebanyak 60.182 pengguna narkotika beredar di DIY.
Advertisement
Jumlah tersebut membuat DIY menduduki ranking delapan di tingkat nasional. Pemerintah berupaya menekan angka tersebut dengan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk memerangi narkoba.
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY, Soetarmono mengungkapkan bahwa jumlah tersebut sudah berkurang sejak 2014 lalu yang masih menempati rangking lima nasional. Meskipun begitu pihaknya tak menampik bahwa kekhawatiran bahwa pengguna yang akan semakin meluas.
"DIY menjadi target sasaran para sindikat peredaran narkoba. DIY sudah menjadi pasar potensial," kata dia, saat ditemui usai menghadiri Hari Anti Narkoba Internasional di Bangsal Sewoko Projo, Minggu (26/6/2016).
Dikatakannya, bahwa DIY merupakan miniatur Indonesia. Dimana banyak mahasiswa yang datang dengan bekal biaya untuk membayar kuliah, biaya hidup, sewa indekos, dimanfaatkan oleh para sindikat. Generasi muda menurutnya harus menjadi perhatian utama agar terhindar dari penyalahgunaan Narkoba.
"Sesuai dawuh Ngarso Dalem, bahwa mereka [generasi muda] harus diawasi, kasihan mereka jauh dari orangtua dan keluarga," tambahnya.
Yang mengkhawatirkan adalah bahwa dari jumlah 60.182 pengguna, sebanyak 23.048 adalah dari kalangan coba-coba. Sedangkan 17.160 ialah teratur pakai, 18.103 pengguna tanpa jarum suntik, serta 1.870 dengan penggunaan jarum suntik.
Soetarmono melanjutkan bahwa HANI sebagai bentuk keprihatinan sekaligus kepedulian terhadap ancaman narkotika tersebut, sehingga 26 juni ditetapkan sebagai Hari Anti Narkotika Internasional. Sebagai kesepakatan bagi negara anggota untuk mewujudkan masyarakat dunia yang bebas dari penyalahgunaan narkotika.
HANI juga dijadikan momentum untuk mengingatkan masyarakat bahwa narkotika masih menjadi momok yang menakutkan bagi bagsa, sehingga mengharuskan kita untuk selalu waspada dan gigih menolak pengedaran narkotika.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
- Operasi SAR Yunanta di Sungai Opak Resmi Ditutup Setelah 7 Hari
Advertisement
Advertisement




