Kecelakaan Maut di Boyolali, Motor Disambar Truk LPG di Lampu Merah
Kecelakaan maut di Boyolali, motor tertabrak truk LPG di lampu merah Penggung. Satu penumpang tewas di lokasi.
Ilustrasi jalan rusak
Infrastruktur Jogja yang diperbaiki swadaya direspon.
Harianjogja.com, JOGJA – Komunitas Jogja Nyah-Nyoh (JNN) merespon positif tanggapan Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) I Ketut Darmawahana merasa terlecehkan ulah komunitas-komunitas yang berinisiatif menambal lubang di jalanan.
Tumenggung JNN Ardetya Eka Sunu menuturkan di satu sisi mereka senang dengan tanggapan Ketut. Pasalnya reaksi itu mengindikasikan aksi mereka selama ini dipantau oleh pihak-pihak yang berkewajiban memperbaiki jalan. Terlebih aksi mereka selama ini dilakukan sebagai bentuk kritik atas pemerintah yang terkesan abai dengan kondisi jalan. Selain itu aksi tambal jalan itu juga berangkat dari keresahan pengguna jalan yang merasa keselamatannya terancam dengan banyaknya lubang di jalanan.
Namun di sisi lain dia menilai reaksi Ketut berlebihan.
“Kita inginnya enggak jauh-jauh sampai ke Balai Besar, langkah kami hanya ingin mengajak masyarakat lebih respon dengan lingkungannya, syukur kalau pemerintah kota atau kabupaten menanggapi,” kata dia Kamis (30/6/2016).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kecelakaan maut di Boyolali, motor tertabrak truk LPG di lampu merah Penggung. Satu penumpang tewas di lokasi.
UPNV Jogja menonaktifkan lima dosen terkait dugaan kekerasan seksual. Seluruh aktivitas Tridharma dihentikan selama proses investigasi.
BP BUMN dan Kemnaker memperkuat sinergi transformasi BUMN dengan memastikan perlindungan pegawai dan hubungan industrial tetap sehat.
Dinsos Kulonprogo mencoret 40 penerima KKS setelah validasi, termasuk ASN, warga mampu, hingga data tidak valid.
Aktivitas Gunung Sinabung meningkat ditandai tremor dan gempa vulkanik. PVMBG minta warga waspada potensi erupsi.
Ekonom UGM kritik rencana penutupan prodi tak relevan industri. Pendidikan tinggi dinilai harus tetap fokus pada ilmu dan masa depan.