Advertisement
DAGING IMPOR : Hore, Daging Batal Didistribusikan di Bantul
Advertisement
Daging impor tak masuk pasar Bantul.
Harianjogja.com, BANTUL- Daging sapi impor untuk mencukupi kebutuhaan saat Lebaran batal didistribusikan di wilayah Kabupaten Bantul, pasalnya tidak adanya kendaraan mobil pengankut yang memiliki pendingin suhu atau mobil cool storage menjadi kendala utamanya.
Advertisement
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Bantul, Sulistyanto mengatakan Kabupaten Bantul sebenarnya mendapatkan jatah daging impor dari pemerintah pusat. Namun untuk menjaga kualitas daging dalam pendistribusian harus menggunakan mobil dengan lemari pendingin dan Bulog DIY belum memiliki armada tersebut maka pendistribusian di Bantul dibatalkan.
“Sebenarnya kita mendapat jatah satu ton daging, namun karena tidak adanya kendaraan jadi batal,” ujar Sulistyanto, Sabtu (2/7/2016).
Program impor daging tersebut merupakan kebijakan dari pemerintah pusat guna mencukupi kebutuhan daging yang meningkat selama Ramadan dan Lebaran, karena selama ini ketersediaan daging sapi lokal tampaknya belum mampu memenuhi kebutuhan dan permintaan dari masyarakat.
Dikatakannya, karena batalnya pendistribusian daging impor tersebut maka saat operasi pasar yang diadakan oleh pemerintah kabupaten masih menggunakan daging sapi lokal. “Jadinya kemarin saat operwasi pasar daging lokal yang dijual dengan harga Rp 95.000 sangat laris dibeli,” katanya.
Hanya Supermarket yang Menyediakan Daging Impor
Sulis juga menambahkan, seperti tahun-tahun sebelumnya permintaan dan konsumsi daging masyarakat akan meningkat menjelang Lebaran, bahkan peningkatannya akan mencapai 100 persen. Di Bantul selama ini konsumsi daging rata-rata dua ton per hari atau hanya sekitar 40 persen saja dari ketersediaan daging di tempat penyembelihan hewan.
“Dengan demikian daging impor beku hanya tersedia di supermarket saja, tidak di pasar-pasar tradisional,” katanya.
Sementara itu menurut salah satu pedagang daging sapi di Pasar Bantul, Suyati mengatakan adanwya program pemerintah tersebut tidaklah menjadi permasalahan bagi pedagang. Menurutnya meskipun harga daging sapi lokal jauh lebih mahal, masyarakat ternyata juga lebih menyukai daging sapi segar dikarenakan daging sapi yang lebih segar.
“Dengan melihat kualitas daging, masyarakat pasti akanlebih memilih daging sapi lokal meskipun harganya jauh lebih mahal,” ujarnya.
Saat ini harga daging sapi menjelang Lebaran juga masih stabil, daging sapi dengan kualitas nomor satu dijual dengan harga Rp 115.000 per kilonya. Sementara untuk daging sapi kualitas nomor dua dijual dengan harga Rp 100.000 per kilonya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
Advertisement
Advertisement





