Advertisement
INFRASTRUKTUR BANTUL : Bencana Mengintai Jembatan Nambangan
Advertisement
Infrastruktur Bantul berupa jembatan nambangan diimbau tak dipakai.
Harianjogja.com, BANTUL- Badan Penanggulangan Bencana Darah (BPBD) Bantul menyatakan jembatan Nambangan yang menghubungan dua desa di Kecamatan Pundong berbahaya. Tidak hanya fondasi bangunan yang rusak, jembatan gantung itu juga terancam longsor.
Advertisement
(Baca Juga : INFRASTRUKTUR BANTUL : Warga Tolak Rencana Penutupan Jembatan Nambangan)
BPBD telah memasang papan pengumuman di sekitar jembatan Nambangan yang melintasi Sungai Oya dan menghubungkan Desa Srihardono dengan Desa Seloharjo Kecamatan Pundong. Pengumuman itu berisi peringatan rawan longsor di area tersebut.
Sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bantul juga pernah menutup jembatan agar tidak dilintasi warga lantaran fondasinya telah rusak. Namun warga tetap nekat melintasi jembatan. Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto mengatakan tidak hanya rapuhnya fondasi jembatan yang mengancam warga melintasi jembatan Nambangan, tanah longsor juga mengintai area ini.
Di sebelah kiri dan kanan jembatan terdapat tebing rawan longsor.
“Kalau sampai terjadi tanah longsor akan sangat mempengaruhi fondasi jembatan,” papar Dwi Daryanto, Kamis (21/7/2016). Sejauh ini, fondasi jembatan gantung itu telah bergeser akibat dihantam material Gunung Merapi yang dibawa Sungai Oya saat terjadi banjir atau hujan deras.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jam Lengkapnya
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
Advertisement
Advertisement




