Advertisement
PERTANIAN GUNUNGKIDUL : Gangguan Jamur, Petani Kakao Merugi
Advertisement
Pertanian Gunungkidul menghadapi gangguan jamur kakao
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Petani Kakao Dusun Plumbungan, Desa Putat, Patuk Gunungkidul belum memperoleh hasil yang maksimal pada panen raya pertengahan bulan Juli dan Agustus lalu. Hal tersebut dikarenakan adanya gangguan jamur pada batang buah kakao yang masih kerap muncul.
Advertisement
Ketua umum kelompok tani Ngudi Subur, Slamet Raharjo mengatakan bahwa adanya gangguan jamur masih menjadi kendala tersendiri bagi para petani kakao di Desa Putat. Pasalnya, dengan gangguan jamur tersebut dapat menurunkan produktivitas kakao.
Dijelaskannya, dalam kondisi yang bagus jumlah panenan dapat mencapai 4 kuintal, namun dalam panenan Juli lalu hanya mencapai satu hingga satu setengah kuintal kakao.
“Cukup menurun drastis, jamur masih menyerang kakao dan membuat kualitas buah menjadi kurang bagus,” kata Slamet saat ditemui di rumah Kelompok Tani Ngudi Subur, Senin (5/9/2016).
Slamet pun mengatakan masalah tersebut sudah sering disampaikannya dalam forum petani kakao ketika melangsungkan pertemuan. Selain itu, juga disampaikannya kepada Dinas terkait yakni Kehutanan dan Perkebunan untuk dicarikan solusinya.
Dikatakan, beberapa waktu yang lalu sosialisasi terkait dengan penanganan jamur pada pohon kakao disampaikan oleh pengamat tanaman perkebunan dari salah satu perguruan tinggi di Purwokerto.
Hasilnya, petani mendapatkan arahan bagaimana cara menangani jamur pada pohon kakao yang selama ini menjadi musuh utama petani. Solusi yang diberikan yakni petani harus menerapkan system pemangkasan ranting maupun daun-daun kakao yang berada di bagian atas pohon. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir berkembangnya jamur yang menyebar dengan bantuan udara.
“Baru sekitar empat minggu yang lalu sosialisasi dilakukan kepada kelompok petani, hasilnya masih belum diketahui. Kita masih menunggu pada panenan yang akan datang,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- Belanja Pegawai Bantul Tembus 34 Persen Rekrutmen Dipangkas
- Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
Advertisement
Advertisement




