Advertisement
MALL DI BANTUL : Produk Lokal Mendapat Tempat
Advertisement
Mall di Bantul menuai penolakan, tetapi Bupati bersikukuh merealisasikan.
Harianjogja.com, BANTUL -- Bupati Bantul, Suharsono menegaskan realisasi pembangunan mal tak akan mempengaruhi pasar tradisional maupun pengusaha kecil.
Advertisement
(Baca Juga : http://cms.solopos.com/?p=747038">MALL DI BANTUL : Penolakan Masih Berlanjut)
Meski bersikukuh merealisasikan rencana itu, Suharsono mengaku tak dapat serampangan dalam membuka kran investasi tersebut. Dikatakannya, sebagai nilai tawar, pihaknya akan mengajukan permintaan kepada pihak pengembang untuk memberikan tempat pada produk-produk lokal asli Bantul, baik itu kuliner, fashion, hingga kerajinan dari sejumlah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Bantul.
“Saya berencana meminta pada pengembang untuk menempatkan mereka di lantai bawah, sehingga langsung bisa diakses konsumen,” katanya, Senin (26/9/2016)
Sementara saat ditanya mengenai kekhawatiran sejumlah pihak terkait pengaruh mal terhadap tumbuh kembang UMKM dan pasar tradisional, ia menegaskan tetap akan memberikan ruang pada pertumbuhan pasar tradisional. Ia bahkan berani menjamin di tahun anggaran 2017 mendatang, pihaknya akan menambah anggaran untuk pembangunan pasar tradisional di Bantul.
“Lagipula, segmentasi mal dan pasar tradisional itu kan berbeda,” kilahnya.
Seperti diketahui, sebelumnya memang beredar kabar bahwa lokasi pembangunan mall itu direncanakan ada di lahan bekas Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Kerjasama, yang ada di kawasan Jl. Parangtritis, tepatnya di Desa Bangunharjo, Kecamatan Sewon.
Namun terkait hal itu, Ketua Komisi B DPRD Bantul Widodo sebelumnya sempat menegaskan hingga kini belum ada tindak lanjut sama sekali. Bahkan ia menegaskan, selama belum ada revisi Peraturan Daerah (Perda) No 7/ 2005 tentang Pengelolaan Pasar, siapapun investornya akan terbentur oleh regulasi tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Guru Honorer Kota Jogja Menyusut, Tersisa Sekitar 200 Orang pada 2026
- Kemiskinan Bantul Masih 11,54 Persen, Kalurahan Fokus NonFisik
- Lebih dari 126 Ribu Warga Sleman Peserta JKN Nonaktif, Ini Sebabnya
- Sekolah Negeri Gunungkidul Bebas Guru Honorer, 700 Diangkat PPPK
- 30.489 Peserta PBI BPJS di Bantul Dinonaktifkan, Ini Penjelasannya
Advertisement
Advertisement




