Dana Desa Dapat Digunakan untuk Pengembangan Pariwisata

Sejumlah pengunjung melihat keindahan alam di sekitar Pantai Timang, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus. Jumat (13/5/2016). (David Kurniawan/JIBI - Harian Jogja)
01 Oktober 2016 23:20 WIB Gunungkidul Share :

Dana desa di Gunungkidul diharapkan untuk mendukung pariwisata

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) Gunungkidul berharap dana desa yang telah dicairkan oleh pusat dapat dimanfaatkan desa untuk turut mengembangkan pariwisata.

Kepala Disbudpar Gunungkidul, Saryanto mengatakan pihaknya saat ini terus berupaya untuk mendorong desa di Gunungkidul agar memiliki kesadaran terhadap potensi-potensi wisata yang ada di Gunungkidul. Menurutnya, selama ini jelas terlihat bahwa potensi wisata di sejumlah desa sangat besar. Hanya saja desa yang bersangkutan belum mampu mengembangkannya secara maksimal.

“Di beberapa desa potensi wisata ada dan cukup besar. Tapi pemerintah desa masih tiarap dan belum bergerak maju,” kata Saryanto, Jumat (30/9/2016).

Saryanto pun mengatakan bahwa dalam mengembangkan wisata, biasanya desa terkendala pada anggaran yang tersedia. Menurutnya, hal tersebut dapat ditanggulangi dengan memanfaatkan dana desa yang dianggarkan pada masing-masing desa oleh pemerintah pusat.

“Pemerintah desa bisa menganggarkan sebagian anggaran dana desanya untuk membangun pariwisata,” kata dia.

Dalam mengembangkan potensi wisata, Saryanto menjelaskan seharusnya tak ada kesulitan yang cukup berarti. Dalam artian bahwa hal tersebut dapat dilakukan oleh masyarakat bersama pemerintah desa dengan membentuk dan memaksimalkan peran pokdarwis.

Selama ini pihaknya pun terus mendorong desa agar dapat memiliki geliat di bidang pariwisata yang sesuai dengan visi dan misi Bupati Gunungkidul.

Kepala Desa Ngeposari, Kecamatan Semanu Ciptadi menanggapi hal tersebut mengatakan bahwa pihaknya memang berencana menggunakan dana desa termin kedua tahun ini untuk mendongkrak wisata. Menurutnya, hal tersebut berdasarkan pertimbangan bahwa ada sejumlah potensi wisata di Ngeposari yang memerlukan pengembangan lebih lanjut.

“Salah satunya akan kami gunakan dana desa untuk membangun gapura desa wisata Ngeposari,” kata dia.

Selain itu, dikatakannya taman terbuka hijau pun akan mulai dibangun dengan menggunakan dana Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK) dengan besaran senilai Rp150 juta pada 2017 mendatang.