Petugas Damkar Gunungkidul Pingsan di Jalan, Dirawat Intensif
Petugas Damkar Gunungkidul pingsan di Alun-Alun Wonosari usai piket malam, kini dirawat intensif dan belum sadarkan diri.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih saat menjenguk keluarga Fendi, bocah viral yang merawat orang tuanya di Padukuhan Jeruken, Girisekar, Panggang, Minggu (15/3/2026). Foto istimewa Humas Pemkab Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntaringsih memastikan bocah SD bernama Fendi yang viral karena merawat orang tuanya di Padukuhan Jeruken, Kalurahan Girisekar, Kapanewon Panggang, tetap dapat melanjutkan pendidikan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menyatakan siap menanggung biaya sekolah Fendi agar tidak mengalami putus sekolah.
Kepastian tersebut disampaikan Endah saat menjenguk langsung keluarga Fendi di rumahnya pada Minggu (15/3/2026). Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa Fendi bersama kakaknya harus tetap bersekolah meskipun kondisi kedua orang tuanya sedang sakit.
Diketahui, selama tiga tahun terakhir Fendi tidak bersekolah karena harus merawat ibunya yang menderita stroke dan mengalami kebutaan. Kondisi keluarga tersebut semakin berat setelah sang ayah mulai mengalami gangguan penglihatan dalam kurun waktu sekitar satu tahun terakhir.
“Saya pastikan Fendi akan bersekolah lagi. Berhubung sekolah di madrasah, maka untuk penanganan dikoordinasikan dengan Kementerian Agama yang menaungi sekolah madrasah,” kata Mbak Endah, Minggu (15/3/2026).
Menurut Endah, Fendi juga memiliki seorang kakak yang saat ini duduk di bangku SMP. Ia menegaskan kedua anak tersebut harus tetap melanjutkan pendidikan meskipun orang tua mereka sedang mengalami sakit.
“Tidak boleh putus sekolah. Kami juga akan mengupayakan agar keluarga ini terus mendapatkan bantuan seperti PKH, Bantuan Pangan Non Tunai hingga BPJS Kesehatan,” katanya.
Terkait kondisi kesehatan orang tua Fendi, Endah mengungkapkan bahwa Dinas Kesehatan Gunungkidul telah melakukan koordinasi untuk melakukan pemeriksaan lanjutan. Ia juga meminta perangkat wilayah seperti RT, RW, dukuh, hingga pemerintah kalurahan agar lebih responsif terhadap kondisi warganya.
“Jangan menunggu viral baru bereaksi. Harusnya, ini harus cepat terdeteksi agar dilakukan tindakan penanganan dan tidak harus menunggu waktu yang lama,” katanya.
Sementara itu, Dukuh Jeruken, Kalurahan Girisekar, Winarsih mengatakan sejak kondisi keluarga Fendi viral di media sosial, berbagai bantuan mulai berdatangan dari masyarakat. Bantuan tersebut diberikan secara spontan, mulai dari kebutuhan sembako hingga bantuan uang tunai.
“Ada juga pemeriksaan medis dari tim kesehatan terkait dengan kondisi orang tua Fendi,” katanya.
Winarsih berharap Fendi bersedia kembali melanjutkan sekolah karena pendidikan dinilai penting sebagai bekal masa depannya. Ia menjelaskan bahwa selama merawat kedua orang tuanya, Fendi sempat berhenti bersekolah.
“Memang selama merawat orang tuanya, di berhenti sekolah. Tapi, harapannya segera mau bersekolah lagi,” katanya. Saat ini berbagai pihak juga terus melakukan pendampingan terhadap keluarga tersebut agar kebutuhan pendidikan dan kesehatan mereka dapat terpenuhi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petugas Damkar Gunungkidul pingsan di Alun-Alun Wonosari usai piket malam, kini dirawat intensif dan belum sadarkan diri.
Persis Solo berada di ujung degradasi BRI Super League 2025/2026. Dua laga terakhir menjadi penentu nasib Laskar Sambernyawa.
Penelitian AAA mengungkap cuaca panas dan dingin ekstrem dapat memangkas jarak tempuh mobil listrik dan hybrid.
Info lengkap SPMB DIY 2026. Simak syarat masuk TK, SD, SMP, SMA/SMK negeri, jadwal aktivasi PIN, hingga prosedur pendaftaran online bagi warga Yogyakarta.
Demi Moore menegaskan AI tidak akan pernah menggantikan jiwa seni dalam konferensi pers Cannes Film Festival 2026.
Timnas Indonesia akan menghadapi Oman dan Mozambik pada FIFA Matchday Juni 2026 untuk mendongkrak ranking FIFA.