Balai Yasa Jogja Kerjakan "Rail Clinic" Kedua

Penumpang antre memasuki gerbong Kereta Api (KA) Jaka Tingkir yang melayani perjalanan dari Stasiun Pasar Senen Jakarta dengan tujuan akhir Stasiun Purwosari Solo di Peron Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2015). Berdasarkan data Kantor Humas Stasiun Pasar Senen pada hari Rabu (15/7) terhitung sejak pukul 00.30 WIB hingga 13.00 WIB telah diberangkatkan 12.668 penumpang dengan 12 rangkaian kereta reguler dan lima rangkaian kereta tambahan. (JIBI/Solopos/Antara - Yustinus Agyl)
02 Oktober 2016 15:20 WIB Redaksi Solopos Jogja Share :

Balai Yasa Jogja disibukkan dengan pesanan "rail clinic" kedua dari PT Kereta Api Indonesia

 

Harianjogja.com, JOGJA- Bengkel kereta api Balai Yasa Jogja sedang disibukkan dengan pesanan "rail clinic" kedua dari PT Kereta Api Indonesia yang akan digunakan untuk pelayanan kesehatan di Sumatera Selatan.

"Proses pekerjaan sudah mencapai lebih dari 20 persen," kata Executive Vice President Balai Yasa Jogja, Eko Purwanto, Sabtu (1/10/2016).

Seperti "rail clinic" pertama dikerjakan di Balai Yasa Jogja, "rail clinic" kedua tersebut memiliki spesifikasi fisik yang hampir sama yaitu dilengkapi dengan ruangan-ruangan khusus yang bisa digunakan untuk pelayanan kesehatan termasuk pelayanan persalinan.

"Kami membuat ruangan-ruangan dengan sistem 'knock down' sehingga kondisi ruangan bisa disesuaikan dengan kebutuhan layanan kesehatan," katanya.

Kereta yang digunakan untuk "rail clinic", lanjut Eko adalah bekas kereta rel diesel (KRD) yang terdiri dari dua gerbong. Total dana yang dibutuhkan untuk membuat satu unit "rail clinic" mencapai sekitar Rp1,3 miliar.

PT KAI mulai menjalankan berbagai program kesehatan dengan memanfaatkan "rail clinic" pada 2015. Hingga saat ini, "rail clinic" pertama sudah menjalankan tugas ke beberapa daerah yang tidak memiliki akses layanan kesehatan yang baik, di antaranya di Wojo, Cianjur, Sukabumi.

"Kereta tersebut juga memberikan layanan kesehatan untuk warga Garut yang terdampak banjir bandang. Kereta akan melayani masyarakat yang berada di daerah yang sulit mengakses layanan kesehatan," kata Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi VI Jogja, Eko Budiyanto.

Masyarakat dapat mengakses layanan "rail clinic" secara gratis. "Semua layanan kesehatan sudah kami siapkan, ada dokter yang menangani termasuk obat-obatan yang dibutuhkan," kata Eko, seperti dikutip dari Antara.

"Rail clinic" pertama beroperasi di Pulau Jawa dengan jadwal layanan yang diatur oleh PT KAI.

"Saat semuanya sudah siap, kami akan kirimkan kereta ini ke Sumatera," kata Eko yang menyebut bahwa kereta kesehatan tersebut tidak disambung dengan kereta komersil lain, tetapi bisa dijalankan sendiri.