HUT KOTA JOGJA : 14 Kecamatan akan Tampilkan Kreasi Wayang dalam Pawai Budaya

HarianJogja/Gigih M. HanafiDeretan penjor lampion bertuliskan HUT 259 terpasang di sepanjang jalan Malioboro, Jogja, Rabu (30 - 9). Penjor lampion tersebut menghiasi kawasan jalan Malioboro selama sebulan dimulai tanggal 1 Oktober 2015 untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kota JOgja pada 7 Oktober 2015 mendatang.
06 Oktober 2016 14:55 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

HUT Kota Jogja akan dimeriahkan dengan pawai budaya

 

Harianjogja.com, JOGJA- Kepala Bidang Promosi Wisata, Dinas Pariwisata Kota Jogja, Yetti Martanti mengatakan pawai budaya Jogja yang akan digelar Jumat (7/10/2016) malam  akan diikuti 14 kecamatan. Masing-masing kecamatan mengirim peserta 50-500 orang.

Semua peserta akan mengenakan kostum tokoh wayang anoman, kresna, gatot kaca, semar, srikandi, cakilan, antaboga, arjuna, arwana, Bima, dan Niwoto Kawola. Masing-masing peserta diberikan kesempatan menunjukan kreasinya selama 3-5 menit di panggung utama Tugu.

Menurut Yetti tema Wayang ini yang membedakan dengan pawai budaya Jogja sebelumnya. Jika sebelumnya semua peserta bebas menunjukan kesenian saat ini harus dengan tokoh wayang. "Tahun ini cara leb terkonsep, secara kuantitas peserta dikurangi, kita mengedepankan aspek kuantitas," ujar Yetti, Rabu (5/10/2016).

Menurut dia, wisatawan yang akan menyaksikan diperkirakan akan lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. Sebab, kata dia, Wayang Jogja Night Carnival ini juga melibatkan agen travel dalam negeri dan luar negeri. Beberapa media asing pun diundang.

Lebih lanjut Yetti mengatakan tema Wayang dalam kegiatan tersebut karena wayang merupakan narasi yang berisi soal kehidup sehari-hari di masyarakat. Dengan konsep acara yang sedemikia rupa, pihaknya juga mengusulkan acara tersebut masuk dalam kalender tahunan Kementrian Pariwisata.

"Karena Pawat Budaya Jogja HUT Kota Jogja ini penuh dengan nuansa budaya dan dapat menarik perhatian banyak wisatawan," ucap Yetti.