PENEMUAN BAYI BANTUL : Bayi Dibuang di Depan Panti Asuhan Disterilkan, Ini Alasannya

06 Oktober 2016 03:20 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

Penemuan bayi Bantul di daerah Piyungan.

Harianjogja.com, BANTUL - Penemuan bayi Bantul terjadi di sebuah panti asuhan di Desa Srimulyo, Piyungan, Bantul. Bayi tersebut diketahui masih dalam keadaan hidup.

Bayi mungil laki-laki yang diperkirakan belum berumur dua hari itu kali pertama ditemukan Santi, pengelola Panti Asuhan Umar Bin Khatab di Dusun Klenggotan, Srimulyo, Piyungan, Rabu (5/10/2016) dinihari sekitar pukul 02.30 WIB.

Menurut Perwira Unit (Panit) Serse Polsek Piyungan Ipda Langgeng Utomo tidak ada jejak yang ditinggalkan pelaku pembuangan bayi di sekitar lokasi kejadian. Polisi telah meminta keterangan kepada warga sekitar namun tidak ada petunjuk yang mengarah ke pelaku.

“Kami menanyakan apakah ada orang hamil di sekitar lokasi katanya tidak ada. Kami belum tahu siapa pelakunya,bisa warga luar bisa juga warga di sini,” lanjutnya lagi.

Polisi hingga kini masih terus memburu pelaku pembuangan bayi. Kuat diduga, bayi tersebut dibuang karena kelahirannya tidak diinginkan. Baik karena faktor ekonomi atau karena hubungan gelap.

Kepala Puskesmas Piyungan Eni Rochmawati mengatakan, beruntung bayi seberat 2,7 kilogram dan panjang 47 sentimeter itu sehat.

“Tidak ada luka fisik atau apapun di tubuhnya,” tutur Eni Rochmawati.
Untuk menjaga kesehatannya, bayi tersebut ditempatkan di inkubator dan mendapat pengawasan oleh sejumlah petugas puskesmas.

“Kami menjaga supaya kondisinya baik dan steril, karena banyak juga yang berkunjung,” paparnya lagi.

Pembuangan bayi di Bantul belakangan marak terjadi. Belum berselang sepekan, ada dua bayi yang dibuang. Awal pekan ini, seorang bayi malang dihanyutkan di Sungai Opak. Bayi itu ditemukan sudah tidak bernyawa. Pertengahan September lalu, jasad bayi tidak berdosa juga ditemukan di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan.

Sungai dan tempat pembuangan akhir selama ini menjadi lokasi yang sering digunakan membuang bayi. Tahun lalu, dua bayi juga dihanyutkan di sungai. Sebagian besar pelaku pembuangan bayi tidak tertangkap.