Advertisement
PASAR TRADISIONAL GUNUNGKIDUL : Atap Roboh, Pembangunan Pasar Senilai Rp1,8 Miliar Dihentikan Sementara
Advertisement
Pasar tradisional Gunungkidul, Gari sementara waktu pembangunan dihentikan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pembangunan Pasar Desa Gari, Kecamatan Wonosari dihentikan untuk sementara waktu. Pengentian proyek senilai Rp1,8 miliar dari pemerintah pusat ini disebabkan adanya peristiwa ambrolnya atap bangunan yang terjadi pada Kamis (6/10/2016) kemarin.
Advertisement
Konsultas Pengawas Pembangunan Pasar Gari Agustina Rahma meminta agar proses pembangunan pasar diberhentikan sementara. Langkah tersebut diambil untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pembangunan dan demi alasan keselamatan.
“Meski bangunan sudah hampir jadi, namun dalam perkembangannya masih ada masalah,” kata Agustina kepada wartawan, Jumat (7/10/2016).
Dia mencotohkan, adanya kendala terlihat dari ambrolnya atap bangunan pasar di beberapa titik. Untuk itu, pihaknya berencana menggelar pertemuan dengan Dinas Pekerjaan Umum, Pejabat Pembuat Komitmen Proyek serta Pemerintah Desa Gari. Harapannya dari pertemuan dapat memberikan solusi terhadap kelanjutan pembangunan terutama menyangkut aspek keamanan.
“Dalam proses itu kita menemukan tiga pilar konsol penyangga bangunan yang jebol. Kemungkinan besar, kejadian tersebut karena rangka penyangga tidak kuat menyangga geteng yang telah dipasang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Polres Wonosobo Pastikan Balon Udara Lebaran 2026 Wajib Ditambatkan
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Ingin Balik setelah Lebaran di Jogja, Ini Jadwal KA Bandara YIA
- Jadwal KA Prameks Rute Kutoarjo-Jogja Minggu 22 Maret 2026
- Catat Lur, Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo, Minggu 22 Maret 2026
- Ular Masuk Sanggar Didik Nini Thowok, Petugas Damkar Langsung Meluncur
- 47 Tahun BBPPMT Yogyakarta, Membangun Transmigrasi Masa Kini
Advertisement
Advertisement



