Advertisement
KEMISKINAN GUNUNGKIDUL : Bantuan untuk Balita TerlantarBelum Cukup
Advertisement
Kemiskinan Gunungkidul tidak hanya dirasakan warga dewasa, tetapi juga balita.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Ribuan balita di Gunungkidul dikategorikan terlantar lantaran hidup dalam kemiskinan. Dinas Sosial Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gunungkidul melansir, potensi balita terlantar di Gunungkidul mencapai 3.000 anak.
Advertisement
Terkait persoalan ini, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gunungkidul Dwi Warna mengatakan bantuan berupa pendanaan digelontorkan Pemerintah Pusat.
“Saya tidak hafal angka tahun ini dapat berapa, tapi skemanya tiap anak mendapat bantuan sekitar satu juta lebih, dicairkan tiga sampai empat kali dalam setahun,” ujar dia, Rabu (12/10/2016)
Dana bantuan itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan gizi dan sandang. Misalnya membeli susu dan roti. Harapannya kata Dwi, pasokan gizi anak tersebut tercukupi pada usia emasnya, sehingga kelak setelah besar menjadi anak yang kuat dan cerdas.
(Baca Juga : http://cms.solopos.com/?p=741092">KEMISKINAN GUNUNGKIDUL : Hidup Di Kandang Kambing, Ngadiyem Gantungkan Hidup Dari Tetangga)
Pada Rabu (12/10/2016), Pemkab Gunungkidul mulai menyalurkan Bantuan Hibah Anak Terlantar kepada sejumlah balita di Taman Pendidikan Alquran Masyithoh Syifaul Qulub di Desa Ngalang, Gedangsari, Gunungkidul. Bantuan hibah tersebut disalurkan melalui lembaga Taman Anak Sejahtera (TAS) yang dikelola oleh masyarakat.
Dwi menambahkan, penanganan anak-anak terlantar butuh kerjasama dengan lembaga masyarakat. Keberadaan TAS menurutnya efektif membantu penanganan anak terlantar. Di Gunungkidul terdapat 16 lembaga TAS yang menangani balita terlantar. Jumlah tersebut terbanyak di DIY dari total 26 TAS yang ada. Semakin banyak lembaga TAS yang ada di Gunungkidul menurutnya memudahkan pendataan anak-anak terlantar serta penggelontoran bantuan.
Pendamping Bantuan Hibah Anak Terlantar Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gunungkidul, Sugiyanto menuturkan, Bantuan Hibah Anak Terlantar senilai Rp1,1 juta tidak diberikan dalam bentuk uang melainkan barang . Jenis barang yang digelontorkan sesuai permintaan atau kebutuhan penerima bantuan.
Selama ini kata dia beragam jenis bantuan telah digelontorkan pada balita terlantar maupun anak-anak sekolah yang berasal dari keluarga miskin. Selain berupa Bantuan Hibah Anak Terlantar yang disalurkan melalui TAS ada pula bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang disalurkan ke tiap keluarga miskin yang memiliki anak sekolah.
Namun, berbagai bantuan tersebut belum mampu menutup seluruh balita terlantar dan anak-anak miskin di Gunungkidul.
“Selama ini kami terus mendata jumlah anak terlantar untuk direkomendasikan mendapat bantuan,” jelas Sugiyanto. Data anak-anak terlantar terus diperbaharui setiap tahun.
Camat Gedangsari Setyawan mengakui, tidak semua anak-anak terlantar di wilayahnya tersentuh tangan pemerintah lantaran banyaknya anak terlantar di wilayah ini sementara jumlah bantuan terbatas.
“Satu desa jumlah anak terlantar bisa mencapai 300 anak. Itu yang ketahuan,” imbuh Setyawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Iran Berduka Setelah Tiga Pejabat Tinggi Tewas dalam Dua Hari
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal KSPN Malioboro ke Obelix Sea dan Pantai Ndrini 18 Maret 2026
- Libur Lebaran, Kapasitas KAI Bandara Jogja Naik Jadi 275 Ribu Kursi
- Warga Wirobrajan Terima THR dari Tabungan Bank Sampah
- Muncul Antraks, DPRD DIY Kebut Raperda Keamanan Pangan Hewani
- Polisi Endus Unsur Pidana dalam Kasus Laka Pembalap Aldi Satya
Advertisement
Advertisement




