KEMISKINAN GUNUNGKIDUL : Bantuan untuk Balita TerlantarBelum Cukup

Kasatreskrim Polres Madiun Kota, AKP Marsykur bersama Rino Nanda Febriano, 2, balita laki-laki yang ditemukan terlantar di Ruang Unit PPA Satreskrim Polres Madiun, Jumat (25/12/2015). (Irawan Sapto Adhi/JIBI - Madiunpos.com)
13 Oktober 2016 10:55 WIB Bhekti Suryani Gunungkidul Share :

Kemiskinan Gunungkidul tidak hanya dirasakan warga dewasa, tetapi juga balita.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Ribuan balita di Gunungkidul dikategorikan terlantar lantaran hidup dalam kemiskinan. Dinas Sosial Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gunungkidul melansir, potensi balita terlantar di Gunungkidul mencapai 3.000 anak.

Terkait persoalan ini, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gunungkidul Dwi Warna mengatakan bantuan berupa pendanaan digelontorkan Pemerintah Pusat.

“Saya tidak hafal angka tahun ini dapat berapa, tapi skemanya tiap anak mendapat bantuan sekitar satu juta lebih, dicairkan tiga sampai empat kali dalam setahun,” ujar dia, Rabu (12/10/2016)

Dana bantuan itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan gizi dan sandang. Misalnya membeli susu dan roti. Harapannya kata Dwi, pasokan gizi anak tersebut tercukupi pada usia emasnya, sehingga kelak setelah besar menjadi anak yang kuat dan cerdas.

(Baca Juga : http://cms.solopos.com/?p=741092">KEMISKINAN GUNUNGKIDUL : Hidup Di Kandang Kambing, Ngadiyem Gantungkan Hidup Dari Tetangga)

Pada Rabu (12/10/2016), Pemkab Gunungkidul mulai menyalurkan Bantuan Hibah Anak Terlantar kepada sejumlah balita di Taman Pendidikan Alquran Masyithoh Syifaul Qulub di Desa Ngalang, Gedangsari, Gunungkidul. Bantuan hibah tersebut disalurkan melalui lembaga Taman Anak Sejahtera (TAS) yang dikelola oleh masyarakat.

Dwi menambahkan, penanganan anak-anak terlantar butuh kerjasama dengan lembaga masyarakat. Keberadaan TAS menurutnya efektif membantu penanganan anak terlantar. Di Gunungkidul terdapat 16 lembaga TAS yang menangani balita terlantar. Jumlah tersebut terbanyak di DIY dari total 26 TAS yang ada. Semakin banyak lembaga TAS yang ada di Gunungkidul menurutnya memudahkan pendataan anak-anak terlantar serta penggelontoran bantuan.

Pendamping Bantuan Hibah Anak Terlantar Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gunungkidul, Sugiyanto menuturkan, Bantuan Hibah Anak Terlantar senilai Rp1,1 juta tidak diberikan dalam bentuk uang melainkan barang . Jenis barang yang digelontorkan sesuai permintaan atau kebutuhan penerima bantuan.

Selama ini kata dia beragam jenis bantuan telah digelontorkan pada balita terlantar maupun anak-anak sekolah yang berasal dari keluarga miskin. Selain berupa Bantuan Hibah Anak Terlantar yang disalurkan melalui TAS ada pula bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang disalurkan ke tiap keluarga miskin yang memiliki anak sekolah.

Namun, berbagai bantuan tersebut belum mampu menutup seluruh balita terlantar dan anak-anak miskin di Gunungkidul.

“Selama ini kami terus mendata jumlah anak terlantar untuk direkomendasikan mendapat bantuan,” jelas Sugiyanto. Data anak-anak terlantar terus diperbaharui setiap tahun.

Camat Gedangsari Setyawan mengakui, tidak semua anak-anak terlantar di wilayahnya tersentuh tangan pemerintah lantaran banyaknya anak terlantar di wilayah ini sementara jumlah bantuan terbatas.

“Satu desa jumlah anak terlantar bisa mencapai 300 anak. Itu yang ketahuan,” imbuh Setyawan.