FiberStar Dorong Transformasi Digital Pendidikan
Melalui program GO! NEXT 2026, FiberStar menggelar forum diskusi bertajuk The Future of Education Technology di Jogja pada 19 Agustus 2026.
Angin kencang Bantul terjadi Jumat (14/10/2016) petang
Harianjogja.com, BANTUL -- Jumlah titik terdampak bencana putting beliung yang terjadi Jumat (14/10/2016) petang lalu bertambah menjadi 42 titik. Semula pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul hanya menemukan 12 titik saja, namun setelah dilakukan penyisiran ternyata area dampak puting beliung lebih luas dari yang diperkirakan.
Hal itu disampaikan Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto. Ditemui di sela-sela pemantauan kondisi daerah terdampak Sabtu (15/10/2016) siang, ia membenarkan akan adanya perluasan titik tersebut. Bahkan ia pun tak menampik, jumlah titik terdampak itu akan terus bertambah.
“Itulah, anggota kami terus melakukan penyisiran,” katanya.
Dikatakannya, jika Jumat (14/10/2016) malam lalu pihaknya hanya menemukan 12 titik di dua kecamatan, yakni Bambanglipuro dan Pandak, ternyata perluasan titik itu juga terjadi di tiga kecamatan lainnya. Tiga kecamatan yang ia maksud adalah Srandakan, Sanden, dan Kretek.
Ia menjelaskan, saat kejadian, mendung gelap disertai angin kencang memang tampak bergerak dari arah barat menuju timur. Itulah sebabnya, kecamatan-kecamatan yang dilalui angin itu, ia pastikan akan ikut terdampak.
“Terutama di sepanjang jalur Jl. Bantul-Samas ini,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kapolri mengungkap kronologi penindakan 1,16 ton ketamin dari kapal MT Global 168 di perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara.
Presiden Prabowo Subianto berjanji meningkatkan aliran dana ke kabupaten dan provinsi pada 2027 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pendataan calon penerima bansos di Bantul diperpanjang hingga akhir Desember 2026. Warga yang belum terdaftar masih bisa diusulkan.
PSIM Jogja membidik tiga poin saat menghadapi Isenmulang Kalteng FC untuk mengakhiri lima kekalahan beruntun dan keluar dari zona degradasi.
Alex Marquez meminta jumlah sprint race MotoGP dikurangi menjadi enam atau tujuh kali per musim demi menjaga keselamatan dan karier pebalap muda.