Penyu Mati Terdampar di Pantai Parangkusumo Bantul
Seekor penyu mati ditemukan terdampar di Pantai Parangkusumo Bantul. Bangkai satwa dilindungi itu sudah membusuk dan langsung dikubur petugas.
Ilustrasi mobil patroli polisi./Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Upaya menekan maraknya kejahatan jalanan atau klitih di wilayah Bantul terus diperkuat. Di Kapanewon Bambanglipuro, aparat kepolisian bersama unsur masyarakat kini menginisiasi pembentukan tiga posko pemantauan yang difungsikan sebagai pusat koordinasi patroli malam.
Kapolsek Bambanglipuro, AKP I Nengah Jeffry, menjelaskan bahwa tiga titik tersebut berada di kawasan strategis yang dinilai rawan gangguan keamanan, yakni Simpang Tiga Jowilayan di Kalurahan Sumbermulyo, Simpang Tiga Dawetan di Kalurahan Sidomulyo, serta Simpang Empat Paker di Jalan Parangtritis, Kalurahan Mulyodadi.
Meski disebut posko, lokasi tersebut bukan berupa bangunan permanen, melainkan titik kumpul personel gabungan yang terdiri dari polisi, jaga warga, dan perlindungan masyarakat (linmas). Dari titik ini, petugas melakukan patroli sekaligus pemantauan aktivitas mencurigakan di wilayah sekitar.
“Posko ini lebih sebagai pusat koordinasi patroli dan pengawasan bersama, bukan bangunan fisik,” ujar Jeffry, Senin (25/5/2026).
Patroli gabungan mulai diintensifkan sejak akhir pekan lalu. Petugas menyisir sejumlah ruas jalan yang kerap menjadi lokasi berkumpulnya remaja hingga larut malam. Dalam patroli tersebut, aparat juga membubarkan kelompok remaja yang masih nongkrong pada jam rawan untuk mencegah potensi tindak kriminal.
Langkah preventif ini dinilai penting sebagai upaya deteksi dini terhadap aksi klitih maupun gangguan keamanan lainnya yang kerap terjadi pada malam hingga dini hari.
Pada tahap awal, patroli difokuskan pada malam akhir pekan dan hari libur, yang dianggap memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi. Ke depan, jaga warga dan linmas diharapkan dapat melakukan patroli mandiri dengan sistem koordinasi cepat, baik melalui grup WhatsApp maupun komunikasi langsung dengan pihak kepolisian.
Panewu Bambanglipuro, Tri Manohara, menyambut baik langkah tersebut. Ia berharap kehadiran posko dan patroli gabungan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus menekan angka kriminalitas di wilayahnya.
Tak hanya itu, upaya penguatan keamanan juga melibatkan fasilitas kesehatan. Pemerintah setempat menggandeng rumah sakit untuk mempercepat alur informasi apabila terdapat korban kejahatan atau kecelakaan. Dengan sistem komunikasi terintegrasi, aparat dapat segera merespons setiap kejadian tanpa harus menunggu laporan yang terlambat.
“Koordinasi cepat ini penting agar setiap kejadian bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Dengan kolaborasi lintas sektor ini, Bambanglipuro diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman, sekaligus mencegah potensi kejahatan jalanan sejak dini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seekor penyu mati ditemukan terdampar di Pantai Parangkusumo Bantul. Bangkai satwa dilindungi itu sudah membusuk dan langsung dikubur petugas.
Polemik ibadah di Bantul dimediasi polisi. Sultan minta warga jaga toleransi dan tidak terprovokasi isu.
Mahkamah Agung kurangi vonis Zaini Arony jadi 5 tahun penjara dalam kasus korupsi LCC. Ini rincian amar putusan kasasi.
DPRD Jogja soroti klitih yang berulang. Pemkot diminta kaji akar masalah remaja, tak hanya penindakan hukum.
Daftar lokasi Salat Iduladha 1447 H Muhammadiyah DIY tersebar di ribuan titik. Cek sebagian lokasi di Bantul, Sleman, dan Jogja.
Sedikitnya tiga posko anti kejahatan jalanan di Kapanewon Bambanglipuro dibentuk sebagai upaya menekan aksi kriminalitas, khususnya kejahatan jalanan atau kliti