Pilur Bantul 2026, Calon Lurah Sabdodadi Bicara Digitalisasi Ekonomi
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Kepala Disdikpora Bantul, Nugroho Eko Setyanto./Antara
Harianjogja.com, BANTUL— Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Bantul tengah menyiapkan rencana penggabungan atau regrouping terhadap satu sekolah dasar negeri (SDN) yang mengalami penurunan jumlah murid secara signifikan. Sekolah tersebut bahkan tidak membuka penerimaan peserta didik baru pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga efektivitas proses belajar mengajar sekaligus menyesuaikan kondisi demografi di wilayah setempat yang semakin minim anak usia sekolah dasar.
Kepala Disdikpora Bantul, Nugroho Eko Setyanto, mengatakan fenomena kekurangan murid masih ditemukan pada pelaksanaan SPMB tahun ini, baik di jenjang SD maupun SMP. Namun, untuk tingkat SD terdapat satu sekolah yang menjadi perhatian khusus karena jumlah siswanya terus menyusut dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut dia, sekolah tersebut untuk sementara tidak diperbolehkan menerima peserta didik baru karena masuk dalam kajian regrouping dengan sekolah terdekat.
“Rencana regrouping masih dalam tahap evaluasi. Memang ada satu sekolah yang saat ini tidak kami perkenankan menerima murid baru,” kata Nugroho, Senin (6/7/2026).
Ia menjelaskan, berkurangnya jumlah murid dipengaruhi minimnya anak usia sekolah dasar di wilayah tersebut. Kondisi itu membuat jumlah pendaftar setiap tahun terus menurun hingga tidak mampu memenuhi kuota yang tersedia.
Menurut Nugroho, persoalan tersebut bukan hanya terjadi dalam satu tahun ajaran, tetapi telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir sehingga perlu dicari solusi jangka panjang.
“Kemungkinan nanti akan diregrouping. Kami masih mencermati dan melakukan evaluasi. Kalau memang harus dilakukan penggabungan, tentu akan kami jalankan,” ujarnya.
Kepala Bidang SD Disdikpora Bantul, Istiani Nurhasanah, mengungkapkan sekolah yang masuk rencana regrouping berada di wilayah Kapanewon Dlingo. Namun, pihaknya belum bersedia menyebutkan nama sekolah maupun lokasi kalurahan secara rinci.
Ia menjelaskan sekolah tersebut saat ini hanya memiliki dua tingkat kelas yang masih aktif, yakni kelas lima dan kelas enam.
“Lokasi sekolah memang cukup jauh dan tahun ini tidak membuka pendaftaran murid baru,” kata Istiani.
Menurutnya, proses regrouping belum dapat dilakukan dalam waktu dekat karena masih menunggu seluruh siswa yang tersisa menyelesaikan pendidikan. Saat ini Disdikpora memperkirakan proses penggabungan baru bisa dilaksanakan setelah seluruh siswa kelas lima dan enam lulus.
Selain itu, kebijakan regrouping juga harus mendapatkan persetujuan dari pemerintah pusat sehingga membutuhkan waktu dan tahapan administrasi yang tidak singkat.
“Kemungkinan tahun ajaran depan masih belum bisa diregrouping karena harus menunggu proses dari pusat terlebih dahulu,” ujarnya.
Di sisi lain, Disdikpora masih melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan SPMB 2026 karena sejumlah sekolah dasar masih membuka pendaftaran untuk memenuhi kuota peserta didik baru.
Istiani menuturkan pemetaan potensi kekurangan murid di jenjang SD tidak semudah jenjang SMP. Pasalnya, tidak semua anak yang masuk SD berasal dari lembaga pendidikan taman kanak-kanak sehingga data lulusan TK tidak selalu mencerminkan jumlah calon siswa baru secara akurat.
“Kalau SD tidak semuanya berasal dari TK, sehingga data tersebut tidak bisa menjadi acuan mutlak. Berbeda dengan SMP karena hampir seluruh lulusan SD pasti melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya,” katanya.
Disdikpora Bantul memastikan evaluasi terhadap sekolah-sekolah yang mengalami penurunan jumlah siswa akan terus dilakukan. Langkah itu diharapkan dapat menjaga kualitas layanan pendidikan sekaligus memastikan pemanfaatan sarana dan tenaga pendidik berjalan lebih efektif di tengah perubahan jumlah penduduk usia sekolah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.
HUT TNI ke-81, Prabowo memimpin upacara dan meresmikan 6 Kodam, 30 Brigif TP, 150 Yonif TP serta sejumlah satuan baru.
BPJS Kesehatan tidak menanggung 21 kategori layanan dan kondisi pada 2026. Simak daftar lengkap serta pengecualiannya.
HUT TNI ke-81 diperingati 5 Oktober 2026. Simak sejarah pembentukan TNI sejak BKR, TKR, TRI hingga menjadi TNI.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin 5 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan, lengkap dengan jam keberangkatan dari kedua arah.
Jerman ditahan Yunani 0-0 di UEFA Nations League. Hasil ini membuat peluang Die Mannschaft lolos ke Nations League Finals makin sulit.