Festival Layang-Layang Internasional Kembali ke Bantul, Ini Jadwalnya

Yosef Leon
Yosef Leon Jum'at, 03 Juli 2026 05:37 WIB
Festival Layang-Layang Internasional Kembali ke Bantul, Ini Jadwalnya

Peserta membawa layang-layang pada Jogja International Kite Festival (JIKF) 2024 di Pantai Parangkusumo, Sabtu (27/7/2024)./Antara

Harianjogja.com, BANTUL — Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 kembali hadir sebagai salah satu agenda wisata budaya unggulan di DIY. Memasuki tahun ke-11 penyelenggaraan, festival layang-layang bertaraf internasional ini mengusung tema Melayang Bersama Keluarga Membentuk Generasi Emas yang Berkualitas.

Rangkaian kegiatan JIKF 2026 akan dimulai pada 4 Juli, dengan puncak acara digelar pada 11–12 Juli 2026 di Pantai Parangkusumo, Bantul. Tahun ini, festival akan diikuti oleh peserta dan delegasi dari 17 negara, termasuk komunitas pelayang dari Lithuania yang turut meramaikan langit selatan Jogja.

Ketua Panitia JIKF 2026, Anang Sarjiyanto, mengatakan tema yang diangkat tidak sekadar menonjolkan atraksi visual, tetapi juga memperkuat fungsi festival sebagai ruang edukasi dan interaksi keluarga.

“Kami ingin JIKF menjadi lebih dari sekadar pertunjukan. Festival ini juga menjadi media pembelajaran, kreativitas, dan pengalaman budaya lintas generasi untuk membentuk generasi muda yang berkualitas,” ujarnya, Kamis (2/7/2026).

Antusiasme masyarakat terhadap JIKF tahun ini terbilang tinggi. Hal itu terlihat dari jumlah pendaftar relawan yang mencapai lebih dari 1.000 orang. Namun, panitia hanya memilih 92 relawan untuk terlibat langsung, sementara total sekitar 400 orang akan mendukung jalannya festival.

Kehadiran delegasi dari 17 negara menjadi bukti bahwa JIKF semakin diakui di tingkat internasional. Selain sebagai ajang pertunjukan seni layang-layang, festival ini juga menjadi sarana pertukaran budaya dan penguatan jejaring global.

Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata DIY, Antarikso Trisno Wibowo, mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan JIKF yang terus berkembang setiap tahun. Menurutnya, partisipasi internasional membuka peluang besar untuk memperkuat promosi pariwisata daerah.

“Kehadiran 17 negara ini menjadi momentum penting untuk memperluas promosi pariwisata DIY sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, penyelenggaraan festival di kawasan Pantai Parangkusumo diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Dampaknya tidak hanya pada sektor pariwisata, tetapi juga menggerakkan pelaku usaha lokal di sekitar lokasi acara.

Selain itu, JIKF juga menjadi media efektif untuk memperkenalkan budaya Indonesia ke kancah global melalui seni layang-layang yang sarat nilai tradisi dan kreativitas.

Dengan kombinasi atraksi internasional, edukasi keluarga, serta penguatan ekonomi kreatif, JIKF 2026 diyakini akan semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu festival budaya unggulan di Jogja yang dinantikan setiap tahun.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online