TRANS JOGJA : Diimbau Tak Andalkan Hibah Bus, Ini Kata Manajemen

Petugas kabin Transjogja menunjukkan ruang khusus penyandang disabilitas di Trans Jogja. Armada baru ini didesain lebih ramah bagi penyandang disabilitas. (Gilang Jiwana/JIBI - Harian Jogja)
20 Oktober 2016 10:55 WIB Sunartono Jogja Share :

Trans Jogja diharapkan dapat dikelola lebih profesional.

Harianjogja.com, JOGJA -- Direktur Utama PT Anindya Mitra Internasional (AMI), Dyah Puspitasari mengatakan, soal tuntutan bus yang tidak layak, pihaknya sudah menindaklanjutinya pada Senin (17/10/2016) malam.

Ia memastikan, hingga Selasa (18/10/2016) sore, seluruh ban yang mengelupas telah diganti dengan yang baru agar layak operasi. Hanya saja, soal kelayakan lain seperti kondisi AC, pihaknya mengakui masih dalam proses.

(Baca Juga : http://www.solopos.com/2015/09/25/trans-jogja-kebijakan-merugikan-pekerja-pilih-mogok-kerja-645995">TRANS JOGJA : Kebijakan Merugikan, Pekerja Pilih Mogok Kerja)

"Kalau ban sudah semua, kalau yang lain saya lihat lagi, kita usahakan 74 itu semuanya layak jalan," terangnya saat dimintai konfirmasi melalui ponsel.

Soal pengadaan bus baru, jika ada bantuan dari pusat tentu akan diterima. Akantetapi jika tidak, pihaknya akan mengupayakan sendiri. Meski demikian, operator harus diberikan kesempatan mengoperasikan Trans Jogja selama minimal lima tahun. Sehingga dari sisi bisnis tidak menimbulkan kerugian.

"Kita dukung pemerintah dalam hal pelayanan publik kalau ada bantuan syukur kita terima, kalau tidak memberi bantuan artinya kita harus mengupayakan sendiri. Tetapi inginnya paling tidak lima tahun [menjadi operator], supaya kalau hitungan bisnis itu masuk akal. Kalau pengadaan sendiri, kurang dari lima tahun tidak memungkinkan," ungkapnya.

Terkait perbaikan armada, Ketua Serikat Pekerja Trans Jogja Totok Yulianto mengatakan, hingga Selasa (18/10/2016) siang memang baru sekitar 70% bus yang dioperasikan setelah ada perbaikan ban.

"Tadi pagi ada sekitar 10 [armada] yang diperbaiki," kata dia.