UMKM GUNUNGKIDUL : Kerajinan Bambu Jadi Andalan Warga Desa Semin

Salah seorang perajin sedang membuat kerajinan dari bamboo di Dusun Ngepoh, Desa Semin, Semin. Jumat (14/10/2016)(David Kurniawan/JIBI - Harian Jogja)
20 Oktober 2016 07:55 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

UMKM Gunungkidul terus didorong keberadaannya

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Masyarakat di Desa Semin, Khususnya Dusun Kepek, Mandesan dan Ngepoh tak lagi bergantung di sektor pertanian untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sebab mayoritas warga di dusun itu sudah beralih menjadi perajin kerajinan bambu.

Kerajinan yang dihasilkan pun bervariasi mulai dari aneka seruling, klontong hingga mainan gangsing. Kerajinan ini tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, sebab kreasi dari warga ini juga menembus pasar dunia, salah satunya diekspor ke Belanda.

Ketua Ketua Kelompok Petani Hutan Kecamatan Semin Ahmad Jujur mengatakan, warga di Desa Semin tidak lagi bergantung di sektor pertanian. Pasalnya banyak warga yang mulai beralih pekerjaan menjadi perajin bambu. Menurut dia, kreasi olahan dari tanaman bambu bisa memberikan keuntungan lebih ketimbang dari bertani.

“Perajin bambu tersebar di Dusun Ngepoh, Mandesan dan Kepek. Mayoritas rumah-rumah di sana melakukan pengolahan kerajinan dari bamboo,” kata Ahmad kepada Harianjogja.com, Jumat (14/10/2016).

Menurut dia, berkat kreativitas warga ini memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian warga. hasilnya sejumlah wilayah yang mulanya berada di daerah terpencil, kini mulai menggeliat dan bisa lebih ramai lagi.

“Bisa dibilang hasilnya lebih baik dari bertani,” ujarnya. Ekpor

Dijelaskannya, hasil kreativitas warga tidak hanya dinikmati pasar lokal karena pemasaran sudah menembus penjualan antar negara. Selain itu, untuk mendapatkan produk tersebut tidak sulit karena di setiap perhelatan pasar malam baik yang terselenggara di Kota Jogja atau Solo banyak sekali pedagang yang menjual kerajinan berbahan bamboo.

“Hasil kreasi sangat banyak, mulai dari gasing, seruling hingga klontong. Meski terkesan sederhana, barang-barang itu sudah menembus pasar ekspor salah satunya dijual ke negeri Belanda,” imbuhnya.

Hal senada diungkapkan oleh Camat Semin Huntoro Putro Wargono. Menurut dia, kerajinan bambu sudah menjadi cirikhas di Kecamatan Semin, selain keberadaan kerajinan berbahan dari akar wangi. “Untuk kerajinan bambu banyak ditemukan di tiga dusun di Desa Semin. mayoritas warga disana bekerja dengan mengolah bambu menjadi berbagai aneka kerajinan tangan,” katanya.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Gunungkidul Bambang Winsu Broto mengatakan, aneka kerajinan bambu memiliki prospek yang sangat bagus bagi masyarakat. sejumlah wilayah, salah satunya di Desa Semin sudah banyak yang mengembangkan berbagai kerajinan dari pohon tersebut.

Sejalan dengan pengembangan kerajinan tersebut, kata Bambang, sejak 2011 lalu, pihaknya terus melakukan upaya pengembangan tamanan bambu. Langkah ini diambil untuk mencukupi bahan baku kerajinan yang selama ini masih mengambil dari luar daerah seperti Pacitan, Klaten dan Wonogiri. “Ada empat jenis yang kita kembangkan mulai dari Bambu Wuluh, Apus, Hijau dan Wulung,” katanya.