MINIMARKET SLEMAN : Disegel Satpol PP, Toko Modern Ini Melawan

Petugas gabungan melakukan sidak untuk memeriksa kondisi makanan dan minuman dalam kemasan yang dijual di beberapa minimarket di Kota Solo menjelang Lebaran 2014, Selasa (8/7/2014). Dalam sidak tersebut diketemukan beberapa kemasan telah rusak. (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI - Solopos)
21 Oktober 2016 04:20 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Minimarket Sleman yang seharusnya tutup tetap beroperasi.

Harianjogja.com, SLEMAN -- Usai disegel Satpol PP, tiga toko modern berjejaring tetap beroperasi. Meski Satpol PP kembali menutup paksa, pengelola toko modern tersebut kembali membuka usahanya.

Sleman menertibkan toko jejaring modern tidak berjalan mulus. Beberapa toko masih ngeyel dan tetap buka meski sudah ada peringatan, Rabu (19/10/2016). Tiga toko jejaring itu hanya menutup toko saat razia berlangsung.

(Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/10/18/minimarket-sleman-dari-86-toko-modern-salahi-aturan-12-ditutup-bertambah-lagi-761498">MINIMARKET SLEMAN : Dari 86 Toko Modern Salahi Aturan, 12 Ditutup, Bertambah Lagi?)

Kepala Seksi Penegakan Perda Satpol PP Sleman Rusdi Rais menyesalkan aksi tersebut. Dia menilai, toko modern tersebut tidak menghormati hukum dan Peraturan Daerah (Perda). Selain tetap beroperasi, segel yang ditempelkan di toko yang terletak di Ringroad Utara dicopot oleh karyawan.

"Seharusnya mereka menghormati hukum, tetapi mereka tidak mematuhinya," kata Rusdi, Kamis (20/10/2016).