Skema Droping Air di Gunungkidul Berubah, Kapanewon Jadi Prioritas
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Kanit Reskrim Polsek Playen Aiptu Teguh Priyo menunjukan ribuaan koin kuno yang ditemukan oleh warga Dusun Gedad, Desa Banyusoco, Playen. Jumat (21/10/2016).(David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Penemuan baru kali ini berupa koin kuno.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Warga Dusun Gedad, Desa Banyusoco, Playen digegerkan penemuan ribuan koin logam kuno seberat 13,5 kilogram. Penemuan benda kuno ini bukan yang pertama, di Kecamatan Playen banyak ditemukan benda purbakala mulai dari keberadaan candi, peti kubur batu hingga penemuan bersejarah lainnya.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Gunungkidul Ristu Raharja mengakui belum mendapatkan informasi terkait dengan temuan ribuan logam kuno oleh warga. Hanya, ia siap melakukan kajian terhadap temuan tersebut guna memastikan benda-benda itu merupakan peninggalan bersejarah atau malah benda-benda itu berasal dari zaman yang lebih tua lagi.
“Nanti akan kita cek ke lokasi. Namun untuk kajian, kami tidak sendiri karena akan melibatkan tim dari BPCB DIY,” kata Ristu, Jumat (21/10/2016).
Menurut dia, penemuan benda kuno di Gedang bukan pertama kalinya di wilayah Kecamatan Playen. Sebab di daerah ini memiliki bangunan purbakala berupa candi di Desa Plembutan atau situs purbakala di Desa Bleberan.
Hal senada diungkapkan oleh Pemerhati Sejarah Gunungkidul Markus Yuwono. Menurut dia, di Kecamatan Playen banyak menyimpan benda-benda bersejarah atau pra sejarah. Hal ini dapat dilihat dari beberapa peninggalan masa lalu berupa candi, peti kubur batu hingga terkini adanya penemuan ribuan koin logam kuno.
Dia bercerita dua tahun lalu, di Dusun Ngasem Lor, Desa Plembutan ada seorang warga yang menemukan peti kubur batu, di dalamnya terdapat tulang manusia lengkap dengan dua buah senjata mirip dengan kujang.
“Temuan ini merupakan kekayaan yang sangat berharga karena sebagai bukti otentik hasil kebudayaan masa lalu,” katanya.
Markus pun berharap agar temuan-temuan tersebut tidak dibiarkan begitu saja. Pendataan sangat dibutuhkan untuk memastikan dari sisi jumlah serta dalam rangka memberikan perlindungan terhadap situs-situs itu.
“Kalau mau digali lebih dalam lagi, tidak menutup kemungkinan akan ditemukan benda-benda kuno lainnya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.