AI Makin Banyak Dipakai di Industri Gim, Kreator Belum Tergantikan
AI makin banyak digunakan di industri gim untuk mempercepat produksi, tetapi kreator tetap dibutuhkan karena hasil AI masih perlu diperiksa dan disempurnakan.
Ilustrasi bayi perempuan (Playbuzz.com)
Sebanyak 20% hingga 40% pasangan di Indonesia mengalami infertilitas
Harianjogja.com, JOGJA - Gangguan kesuburan atau infertilitas masih menjadi momok bagi setiap pasangan suami istri yang mendambakan segera kehadiran buah hati. Namun tingkat gangguan kesuburan pada pasangan nikah di Indonesia ternyata masih sangat tinggi.
Sekjen Perhimpunan Fertilitas In Vitro Indonesia (Perfitri) Ivan Sini menjelaskan, satu dari lima pasangan usia subur mengalami gangguan kesuburan.
"Data prevalensi saat ini di Indonesia sebesar 10%-20% dari 40 juta pasangan usia subur yang mengalami gangguan kesuburan," ujarnya dalam seminar fertilitas bertema Mewujudkan Mimpi memiliki Buah Hati di Hotel Ambarukmo, Minggu (23/10/2016) sore.
Seminar tersebut sekaligus membahas segala permasalahan seputar kesuburan, penyebab dan solusi mengatasinya.
Berdasarkan infertilisas karena faktor istri mencakup 45% yang memiliki masalah pada masalah telur, ovulasi, perotenium, mulut rahim dan rahim. Sedangkan infertilitas karena faktor suami sekitar 40% meliputi kelainan pengeluaran sperma, kelainan produksi dan pematangan sperma, penyempitan saluran mani karena infeksi bawaan, faktor imunologik serta faktor gizi.
Selain itu pola hidup yang salah seperti mengonsumsi alkohol, rokok dan penggunaan obat-obatan turut memperbesar risiko terjadi infertilitas pada pasangan.
Ivan memaparkan, program bayi tabung bisa menjadi solusi pasangan infertilitas yang sangat ingin cepat memiliki momongan.
Pasangan yang melakukan program ini pun semakin banyak.
Bersambung halaman 2
Menurut dia, apabila lima pasangan invertilitas membutuhkan pelayanan bayi tabung maka kurang lebih terdapat 200.000 pasangan usia subur yang harus dibantu dengan teknologi bayi tabung.
Menurut dia, tren program bayi tabung itu juga selalu mengalami peningkatan dalam 10 tahun terakhir di tingkat global.
Setidaknya, ada 6 juta bayi yang dilahirkan lewat proses ini.
"Di Indonesia program bayi tabung mulai dikenal tahun 1978 dan dalam satu dekade terakhir mengalami perkembangan pesat akibat keterbukaan sosial media sehingga orang yakin program ini bisa menjadi solusi atas permasalahan kesuburan yang dialami," papar sosok yang menjabat sebagai CEO Morula IVF Indonesia itu.
Biaya untuk program bayi tabung pun saat ini semakin terjangku. Ivan mengungkapkan, biayanya saat ini berkisar antara Rp60-80 juta.
Minat masyarakat untuk melakukan program ini pun semakin besar. Pada 2015 lalu, setidaknya di Klinik Morula melayani hingga 2000 program bayi tabung,
"Dalam program ini, jika istri berusia di bawah 30 tahun keberhasilannya cukup tinggi, sekitar 50 persen," jelas Ivan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
AI makin banyak digunakan di industri gim untuk mempercepat produksi, tetapi kreator tetap dibutuhkan karena hasil AI masih perlu diperiksa dan disempurnakan.
Lima wartawan foto dan tiga kru kapal hilang kontak saat liputan Gunung Anak Krakatau. Basarnas memperluas pencarian pada hari kedua.
KPK kembali memeriksa mantan Dirut Bank BJB Yuddy Renaldi sebagai saksi untuk penghitungan kerugian negara dalam kasus pengadaan iklan.
Penumpang KA Daop 6 naik 24% dalam sepekan. KAI menambah dua perjalanan dari Solo dan Jogja menuju Jakarta.
Empat Musim Pertiwi karya Kamila Andini akan world premiere di TIFF 2026. Film ini terinspirasi lanskap Bromo dan kisah perempuan.
BMKG mengungkap kebutuhan anggaran untuk peralatan, pemeliharaan, edukasi, hingga komunikasi data dalam memperkuat peringatan dini bencana.