GENG MOTOR GUNUNGKIDUL : Paska-Kejadian Anarkis, Warga Gotong Royong Amankan Pelaku

25 Oktober 2016 11:20 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Geng motor Gunungkidul membuat keonaran di Pantai Sadranan

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Aksi geng motor kembali terjadi di kawasan pesisir Gunungkidul. Kali ini, kelompok yang mengatasnamakan geng dari Sleman ini melakukan tindakan kekerasan terhadap pengunjung di Pantai Sadranan, Desa Sidorejo, Tepus, Minggu (23/10/2016) sore. Akibatnya empat pengunjung mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Paska-kejadian penganiayaan, para korban langsung melaporkan kejadian itu ke polisi. Di sisi lain, kasus kekerasan ini juga terdengar oleh warga di kawasan pesisir sehingga secara spontan ikut melakukan pelaku penganiayaan.

Menurut Ketua Pokdarwis Pantai Sadranan Wasdiyo, aksi pencarian yang dilakukan dilakukan warga semata-mata untuk menjaga ketentraman di kawasan pesisir. Ia tidak ingin kejadian tersebut merembet ke lokasi yang lain.

“Aksi warga tidak ada yang mengkomandoi. Apalagi sebelum penangkapan, kelompok geng ini sempat ribut dengan petugas parkir di Sadranan karena tidak mau membayar uang parkir,” ujarnya, Senin (24/10/2016)

(Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/10/24/geng-motor-gunungkidul-berulah-di-kawasan-pesisir-puluhan-pemuda-diamankan-polisi-763311">GENG MOTOR GUNUNGKIDUL : Berulah di Kawasan Pesisir, Puluhan Pemuda Diamankan Polisi)

Hal senada diungkapkan oleh Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Gunungkidul Rujimanto yang tinggal di Pantai Ngandong. Aksi yang dilakukan warga ini berhasil mengamankan belasan anggota kelompok geng motor. “

Yang saya tahu, ada 13 orang ditangkap di Pantai Krakal, dua di Pantai Sadranan dan satu orang diamankan di Pantai Ngandong,” kata Rujimanto.

Dia menjelaskan, setelah penangkapan ini para pelaku terduga kekerasan langsung diserahkan ke pihak kepolisian. Namun sebelum penyerahan itu dilakukan, warga sempat melakukan interogerasi dan diketahui bahwa kelompok genk motor ini masih ada kaitannya dengan peristiwa perkelahian di Pantai Poktunggal yang terjadi pertengahan 2015 lalu.

“Salah satu anggota yang tertangkap mengaku hal itu,” katanya.

Terpisah, Panit Humas Polres Gunungkidul Iptu Ngadino mengatakan, pihaknya sudah mengamankan puluhan pemuda yang berasal dari anggota kelompok geng yang diduga sebagai pelaku penganiayaan dan kelompok pengendara yang jadi korban kekerasan.

“Mereka kita amankan semua dan hingga saat ini [kemarin] belum diperbolehkan pulang karena masih dalam proses pemeriksaan,” kata Ngadino.

Dia menjelaskan, dari puluhan pengendara yang diamankan mengerucut pada dua nama sebagai terduga pelaku penganiayaan, yakni A,17 dan F,17, yang keduanya merupakan warga dari Sewon, Bantul.

“Masih kita dalam dan dalam kasus ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Namun yang jelas, dalam aksi kekerasan itu ada empat korban yang mengalami luka-luka,” tuturnya.

Untuk diketahui, aksi geng motor ini bukan yang pertama kali terjadi di tahun ini. Sebab di akhir Mei lalu, puluhan anggota geng motor asal Kota Jogja melakukan penganiayaan terhadap romobogan pengendara di Jalur Jalan Lintas Selatan di kawasan Saptosari. Akibatnya sejumlah pengendara mengalami luka-luka dan harus dirawat di rumah sakit.