DPRD Gunungkidul Minta Proyek Infrastruktur 2026 Berkualitas dan Tepat Waktu
Komisi C DPRD Gunungkidul meminta proyek infrastruktur 2026 selesai tepat waktu dan berkualitas agar tak mengganggu penyerapan anggaran.
Geng motor Gunungkidul membuat keonaran di Pantai Sadranan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Aksi geng motor kembali terjadi di kawasan pesisir Gunungkidul. Kali ini, kelompok yang mengatasnamakan geng dari Sleman ini melakukan tindakan kekerasan terhadap pengunjung di Pantai Sadranan, Desa Sidorejo, Tepus, Minggu (23/10/2016) sore. Akibatnya empat pengunjung mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Paska-kejadian penganiayaan, para korban langsung melaporkan kejadian itu ke polisi. Di sisi lain, kasus kekerasan ini juga terdengar oleh warga di kawasan pesisir sehingga secara spontan ikut melakukan pelaku penganiayaan.
Menurut Ketua Pokdarwis Pantai Sadranan Wasdiyo, aksi pencarian yang dilakukan dilakukan warga semata-mata untuk menjaga ketentraman di kawasan pesisir. Ia tidak ingin kejadian tersebut merembet ke lokasi yang lain.
“Aksi warga tidak ada yang mengkomandoi. Apalagi sebelum penangkapan, kelompok geng ini sempat ribut dengan petugas parkir di Sadranan karena tidak mau membayar uang parkir,” ujarnya, Senin (24/10/2016)
(Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/10/24/geng-motor-gunungkidul-berulah-di-kawasan-pesisir-puluhan-pemuda-diamankan-polisi-763311">GENG MOTOR GUNUNGKIDUL : Berulah di Kawasan Pesisir, Puluhan Pemuda Diamankan Polisi)
Hal senada diungkapkan oleh Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Gunungkidul Rujimanto yang tinggal di Pantai Ngandong. Aksi yang dilakukan warga ini berhasil mengamankan belasan anggota kelompok geng motor. “
Yang saya tahu, ada 13 orang ditangkap di Pantai Krakal, dua di Pantai Sadranan dan satu orang diamankan di Pantai Ngandong,” kata Rujimanto.
Dia menjelaskan, setelah penangkapan ini para pelaku terduga kekerasan langsung diserahkan ke pihak kepolisian. Namun sebelum penyerahan itu dilakukan, warga sempat melakukan interogerasi dan diketahui bahwa kelompok genk motor ini masih ada kaitannya dengan peristiwa perkelahian di Pantai Poktunggal yang terjadi pertengahan 2015 lalu.
“Salah satu anggota yang tertangkap mengaku hal itu,” katanya.
Terpisah, Panit Humas Polres Gunungkidul Iptu Ngadino mengatakan, pihaknya sudah mengamankan puluhan pemuda yang berasal dari anggota kelompok geng yang diduga sebagai pelaku penganiayaan dan kelompok pengendara yang jadi korban kekerasan.
“Mereka kita amankan semua dan hingga saat ini [kemarin] belum diperbolehkan pulang karena masih dalam proses pemeriksaan,” kata Ngadino.
Dia menjelaskan, dari puluhan pengendara yang diamankan mengerucut pada dua nama sebagai terduga pelaku penganiayaan, yakni A,17 dan F,17, yang keduanya merupakan warga dari Sewon, Bantul.
“Masih kita dalam dan dalam kasus ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Namun yang jelas, dalam aksi kekerasan itu ada empat korban yang mengalami luka-luka,” tuturnya.
Untuk diketahui, aksi geng motor ini bukan yang pertama kali terjadi di tahun ini. Sebab di akhir Mei lalu, puluhan anggota geng motor asal Kota Jogja melakukan penganiayaan terhadap romobogan pengendara di Jalur Jalan Lintas Selatan di kawasan Saptosari. Akibatnya sejumlah pengendara mengalami luka-luka dan harus dirawat di rumah sakit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi C DPRD Gunungkidul meminta proyek infrastruktur 2026 selesai tepat waktu dan berkualitas agar tak mengganggu penyerapan anggaran.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.
Harga iPhone 2027 berpotensi naik akibat biaya memori meningkat. Apple disebut sudah menyepakati harga RAM dan NAND Samsung untuk awal 2027.
Sleman Creative Weeks 2026 menghadirkan empat agenda seni dan budaya mulai 27 September hingga Oktober, termasuk festival film dan layang-layang.