PILKADA JOGJA : Kedua Paslon Berjanji Untuk Kampanye Damai

Ilustrasi pemilihan umum kepala daerah (JIBI/Harian Jogja - Istimewa)
26 Oktober 2016 11:20 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Pilkada Jogja untuk dua paslon menyatakan sejumlah janji.

Harianjogja.com, JOGJA -- Kedua pasangan calon walikota dan wakil walikota Jogja Imam Priyono-Achmad Fadli dan Haryadi Suyuti-Heroe Poerwadi berjanji kepada masyarakat Jogja untuk berkampanye damai dan berintegritas selama proses pemilihan walikota dan wakil walikota (Pilwalkot) Jogja.

Imam menegaskan kampanye damai yang akan dilakukan dengan membudayakan arak-arakan tanpa kendaraan bermotor yang bisa menimbulkan kebisingan dan ketakutan.

"Simpatisan yang mendukung saya tidak menggunakan kendaraan bermotor blombongan. Saya yang menjamin," tegas dia di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU ) Kota Jogja, Selasa (25/10/2016).

Imam juga meminta kepada aparat kepolisian untuk tidak ragu menindak peserta kampanye yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat, termasuk simpatisannya. Ia berharap semua simpatisan untuk patuh terhadap aturan perundang-undangan yang berlaku karena masing-masing membawa nama calon kepala daerah.

Haryadi Suyuti pun siap untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Bahkan dirinya siap untuk tidak mengambil jatah kampanye terbuka dengan alasan potensi yang ditimbulkan tidak sesuai dengan kampanye damai.

"Kami dengan wakil dan tim kampanye siap ambil opsi tidak mengambil kampanye terbuka," tegas Haryadi.

Haryadi mengaku telah mendengar aspirasi masyarakat bahwa kampanye terbuka berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat. "Demi masyarakat Kota Jogja saya siap," ujar Haryadi.

Kemarin kedua pasangan calon tersebut juga mengucapkan ikrar untuk kampanye damai dan berintegritas. Kedua paslon bersama tim sukses dan masing-masing pendukungnya juga berjanji mewujudkan kemajuan daerah dan menjaga keutuhan NKRI berdasarkan Pancasilan dan Undang-undang 1945, serta tunduk dan patuh pada aturan perundang-undangan yang berlaku.

Ikrar kampanye damai ini juga ditandatangani Ketua KPU Kota Jogja Wawan Budianto, Ketua Panwas Kota Jogja Agus Muhammad Yasin, Kapolresta Jogja Kombes Pol Tommy Wibisono, Komandan Kodim 0734 Letkol Hotlan Gurning.

Sebelumnya elemen masyarakat antikekerasan juga mengusulkan agar kampanye terbuka dihilangkan karena potensi gesekan cukup kuat. Selain itu kampanye terbuka juga dinilai tidak berpengaruh banyak terhadap pasangan calon.

Anggota Panwas Kota Jogja, Iwan Ferdian Susanto mengatakan tahapan kampanye merupakan masa krusial dalam Pilwalkot Jogja. Karena itu, lembaganya siap mengawasi tahapan kampanye yang akan dimulai pada 28 Oktober nanti. Ia berujar fokus pengawasan selama masa kampanye adalah kampanye terbuka dan terbatas, kampanye tatap muka, serta kampanye dalam bentuk lainnya seperti kegiatan budaya dan olahraga.

"Panwas akan memastikan bahwa selama masa kampanye tidak ada pasangan calon walikota dan wakil walikota yang melanggar peraturan perundang-undangan," kata Iwan.