PILKADA KULONPROGO : Kampanye Berpotensi Gesekan, Paslon Sepakat Pilkada Damai

Pasangan Zuhadmono Azhari dan BRAy Iriani Pramastuti serta Hasto Wardoyo dan Sutedjo menunjukkan hasil pengundian nomor urut pasangan calon bupati dan wakil bupati untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2017 di aula kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kulonprogo, Selasa (25/10/2016). (Rima Sekarani I.N/JIBI - Harian Jogja)
26 Oktober 2016 10:55 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

Pilkada Kulonprogo berpotensi terjadi gesekan

Harianjogja.com, KULONPROGO-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kulonprogo menggelar rapat pleno pengundian nomor pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati untuk Pilkada 2017, Selasa (25/10/2016). Setiap paslon menyatakan siap melaksanakan tahapan kampanye secara damai dan berintegritas.

Zuhadmono Azhari dan BRAy Iriani Pramastuti serta Hasto Wardoyo dan Sutedjo telah ditetapkan sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati pada Senin (24/10/2016).

Hasil pengundian nomor urut kemudian menunjukkan Zuhadmono-Iriani mendapatkan nomor satu, sedangkan Hasto-Sutedjo nomor dua. Nomor itu akan dicantumkan pada berkas daftar calon, suara suara, dan dipakai dalam kegiatan lain yang menyebutkan nama calon.

Usai pengundian nomor urut, acara dilanjutkan dengan deklarasi kampanye damai yang dipimpin Ketua KPU Kulonprogo, Isnaini. Menurut dia, kampanye adalah proses yang sangat panjang karena akan berlangsung mulai Jumat (28/10/2016) besok hingga 11 Februari 2017 mendatang.

Kampanye merupakan bagian dari masa kompetisi yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya antar paslon dan timnya. Gesek antarpendukung berpotensi terjadi. “Butuh kemauan dan kebesaran hati untuk mewujudkan kampanye yang aman, adil, tertib, dan menjunjung tinggi nilai demokrasi,” kata Isnaini.

Bersambung halaman 2


Penjabat Bupati Kulonprogo, Budi Antono berharap Pilkada 2017 dapat melahirkan pemimpin yang berintegritas. Dia berpendapat, sosok itu hanya mungkin lahir dari proses pemilihan, penyelenggara, serta paslon yang berintegritas pula. Syarat serupa juga berlaku bagi seluruh parpol pengusung paslon.

“Lakukan pendidikan politik kepada rakyat dengan sebuah kejujuran. Hentikan money politik, provokasi, dan hal lain yang bisa menganggu keamanan dan ketertiban masyarakat,” ucap Budi.

Sementara itu, kedua paslon menyatakan siap melakukan kampanye damai, termasuk saat kampanye terbuka. Hasto mengatakan, pihaknya akan menjalankan kampanye sesuai aturan. Pihaknya tidak akan membuat pihak lawan tersinggung secara sengaja sehingga menimbulkan konflik yang tidak sehat.

Hal senada disampaikan Zuhadmono. Menurutnya, mewujudkan kampanye yang damai dan berintegritas adalah kewajiban. Dia berharap rakyat menjadi terdorong untuk menggunakan hak pilihnya sehingga meningkatkan angka partisipasi pemilih. “Kalau ada yang golput, jumlahnya bisa ditekan sampai seminimal mungkin,” ujar Zuhadmono.