PENDIDIKAN USIA DINI : Ini Manfaat Anak Jalani PAUD

Sejumlah siswa PAUD bersiap untuk memperagakan permainan angklung dalam Gebyar PAUD 2016 di GOR Amongraga, Rabu (26/10/2016). (Arif Wahyudi/JIBI - Harian Jogja)
27 Oktober 2016 07:20 WIB Jogja Share :

Pendidikan usia dini perlu ditekankan sebelum menempuh pendidikan dasar.

Harianjogja.com, JOGJA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memutuskan anak didik mendapatkan bekal Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dulu sebelum masuk ke sekolah dasar (SD). Nantinya anak didik harus mendapatkan bekal di PAUD minimal satu tahun sebelum masuk SD.

Direktur Pembinaan PAUD Ela Yuliawati memaparkan beberapa hasil penelitian terkait sisi positif PAUD. Hasil penelitian dari berbagai sumber menunjukkan  PAUD merupakan pendidikan yang  mendasar dan berkonstribusi besar dalam pembangunan bangsa.

(Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/10/26/pendidikan-usia-dini-masuk-paud-dulu-baru-sd-763900">PENDIDIKAN USIA DINI : Masuk PAUD Dulu Baru SD)

"PAUD ibarat pondasi teerhadap gedung yang dibangun. Apabila pondasi lemah maka gedung mudah roboh. Begitu halnya, jika fondasinya kuat tentu akan banyak memberikan manfaat," jelas dia, Rabu (26/10/2016)

Artinya menurut dia, sebagaimana hasil penelitian angkatan kerja, penghasilan tenaga kerja yang konon sempat

Paud merupakan yang lebih investasi lebih kuat. Angkatan kerja yang ikut Paud penghasilannya lebih tinggi daripada yang tidak ikut Paud,m itu hasil penelitian.

Untuk DIY program pendidikan pra SD sudah jauh-jauh hari diberlakukan. Untuk itu pihaknya menjadikan DIY sebagai percontohan program serupa dalam skala nasional.

"Dibanding dengan provinsi lainya juga, di DIY ini angka partisipasi PAUD-nya tinggi," imbuhnya.

Kendati mengembangkan pendidikan pra SD, pihaknya juga tidak PAUD sudah memiliki pembelajaran sebagaimana sekolah formal. Menurut Ela, anak didik di PAUD tetap harus diberikan ekspresi banyak ruang untuk bermain mengingat masa-masa usianya. Dalam hal ini peran guru harus banyak memberikan pembelajaran lewat beragam alat peraga edukatif (APE) yang bisa melatih kreativitas anak.

Dalam kesempatan itu pula Dilangsungkan Gebyar Anak PAUD se-DIY. Ratusan anak dari kabupaten dan kota mengekspresikan kreasi seni angklung sebagai bentuk apresiasi terhadap kebijakan Kemendikbud memberlakukan pendidikan pra SD minimal satu tahun.

Gebyar PAUD 2016 sekaligus menjadi momen terakhir yang diagendakan provisnsi mengingat kewenangan pendidikan dasar diserahkan kepada wilayah kabupaten dan kota.

"Ini momen terakhir, ke depan Gebyar PAUD akan dilaksanakan di masing-masing wilayah kabupaten atau kota," papar Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY Kadarmanta Baskara Aji.