BAHAN BAKAR GAS : Konsumsi Bright Gas 5,5 Kg Melonjak

Ilustrasi bright gas atau elpiji kemasan tabung isi 5,5 kg produksi PT Pertamina. (Rachman/JIBI - Bisnis)
15 November 2016 04:20 WIB Kusnul Isti Qomah Jogja Share :

Bahan bakar gas 5,5 Kg kian diminati

Harianjogja.com, JOGJA -- Keberadaan bright gas khususnya ukuran 5,5 kg semakin digandrungi masyarakat. Konsumsi bright gas ukuran 5,5 kg di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIy) dari September ke Oktober 2016 mengalami lonjakan yang tinggi.

Communication and Relation Officer Pertamina MOR IV Didi Andrian Indra menyebutkan, pada Agustus 2016, konsumsi bright gas hanya sebanyak 292 tabung. Jumlah tersebut mengalami peningkatan pada September 2016 yakni sebanyak 1.506 tabung. Kemudian, pada Oktober 2016 terjadi lonjakan yang tinggi yakni menjadi 22.519 tabung.

(Baca Juga : http://cms.solopos.com/?p=715410">BAHAN BAKAR GAS : Bright Gas 5,5 Kg Jadi Bahan Bakar Nonsubsidi yang Ekonomis)

"Perkembangannya memang cukup tinggi. Pada saat peluncuran [Maret 2016] sebanyak 2.430 tabung," kata dia kepada Harianjogja.com, Senin (14/11/2016).

Ia menjelaskan, lonjakan itu terjadi salah satunya karena program trade in atau tukar gas melon dengan bright gas yang dimulai Oktober 2016. Konsumen bisa menukarkan dua tabung gas melon (kosong) ditambah Rp38.000 dan harga refill dengan satu tabung bright gas 5,5 kg (isi). Selain itu, konsumen juga bisa menukarkan satu tabung gas melon kosong ditambah Rp147.000 dan harga refill dengan bright gas 5,5 kg isi.

"Itu salah satunya. Lalu, sekarang semakin banyaknya lokasi penjualan karena sekarang sudah tersedia di minimarket dan sekarang di pangkalan juga sudah banyak disebar. Selain itu, kesadaran masyarakat dengan kondisi ekonomi mampu, untuk beralih menggunakan LPG non subsidi," terang dia.

Ia menyebutkan, kehadiran bright gas untuk memberikan beragam produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Bright gas terutama ukuran 5,5 kg bukan untuk menggantikan posisi gas melon karena gas melon merupakan produk bersubsidi untuk masyarakat kurang mampu. Pada mulanya, target market bright gas merupakan penghuni apartemen, keluarga muda. Tetapi saat ini semakin banyak masyarakat yang menggunakan bright gas baik warga kota dan luar kota. Penggunaan bright gas juga sudah mulai masuk ke pelaku bisnis.

"Kami selalu berupaya mendekatkan produk ini ke masyarakat. Dalam setiap event, kami akan tampilkan produk ini," ujar dia.

Kenaikan penggunaan tidak hanya pada bright gas ukuran 5,5 kg tetapi juga pada 12 kg. Total penyaluran gas 12 kg baik gas biru maupun bright gas pada September 2016 sebanyak 101.000 tabung. Pada Oktober, tercatat ada kenaikan menjadi 128.000 tabung.

SE LPG Rayon VI PT Pertamina R Dorojatun Sumantri mengungkapkan, lonjakan itu terjadi karena konsumen saat ini sudah mulai familiar dengan bright gas. "Konsumen juga sudah merasakan kelebihan bright gas khususnya 5,5 kg. Keunggulannya yaitu lebih hemat, aman, dan lebih terjangkau sehingga banyak yang beralih ke bright gas," ungkap dia.

Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak Bumi dan Gas (Hiswana Migas) DIY Siswanto mengatakan, Hiswana mendukung adanya bright gas 5,5 kg karena terjangkau masyarakat. Ia mengimbau masyarakat yang mampu, restoran, ataupun dunia usaha lainnya untuk tidak lagi memakai gas melon dan beralih ke produk yang tidak bersubsidi.