Kemenhut Pastikan Penanganan Kebakaran TNBTS Berjalan Terpadu
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
Komisioner KPU Kota Jogja Bidang Pendidikan Politik, Sri Surani tengah memberikan bimtek proses pemungutan suara kepada relawan pemantau pilwalkot di KPU Kota Jogja. (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja)
Pilkada Jogja, sukarelawan dari kaum hawa siap bekerja
Harianjogja.com, JOGJA -- Sebanyak 40 perempuan dari Yayasan Narasita mendaftarkan diri menjadi relawan pemilihan walikota dan wakil walikota Jogja 2017 mendatang. Mereka akan ikut memantau sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) untuk memastikan pemungutan suara berjalan adil dan jujur.
Ketua Yayasan Narasita Renny Anggiana Frahesty mengatakan keterlibatan perempuan dalam pemantauan pilwalkot merupakan bagian dari pembelajaran agar perempuan mau berpartisipasi dalam politik.
'
"Sebagai langkah awal kami mendorong para perempuan ikut memantau jalannya pilkada," kata dia di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jogja, Jumat (25/11/2016).
Renny mengatakan partisipasi perempuan dalam politik masih minim. Padahal jumlah pemilih perempuan lebih banyak dari laki-laki. Selama ini, kata dia, anggapan politik wilayahnya laki-laki masih terjadi karena budaya Indonesia yang patriarkhi.
Padahal pada kenyataannya dalam kehidupan sehari-hari, bahkan di rumah pun mempraktekan kegiatan politik. Menurutnya kegiatan politik itu perlu diperluas dalam wilayah publik sehingga perempuan juga bisa menjadi bagian dari pengambil kebijakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
DPUPKP Sleman membagi tim pemeliharaan drainase di wilayah barat dan timur untuk menjaga saluran tetap berfungsi selama musim hujan.
Telkom membukukan pendapatan Rp113,5 triliun hingga September 2026, tumbuh 3,5% secara tahunan, didukung pertumbuhan bisnis data dan infrastruktur digital.
Realisasi pembangunan fisik Bantul baru 69,40% hingga Triwulan III 2026. DPRD meminta Pemkab mempercepat proyek infrastruktur, terutama perbaikan jalan.
BMKG tidak mendeteksi hujan saat bongkahan es merusak rumah di Pandak, Bantul. Asal-usul fenomena tersebut masih perlu dianalisis lebih lanjut.
Nelayan Gunungkidul mulai menangkap gurita. Sekali melaut, hasil tangkapan bisa mencapai 15 kilogram dengan harga hingga Rp100.000 per kilogram.